Magang ke Jepang akan Diganjar Uang Saku Puluhan Juta Rupiah

0
223

Mapos, Majene — Pemerintah Kabupaten Majene melalui Dinas Tenaga Kerja setempat melakukan sosialisasi¬† Program Pemagangan ke Jepang kerjasama antara Kementerian Tenaga Kerja RI dengan International Manpower Development Organization Japan, di Ruang Pola Kantor Bupati Majrne, Sabtu (12/6/2021).

Sosialisasi ketenagakerjaan tersebut bertujuan untuk meberikan informasi kepada stakeholder terkait akan peluang magang bagi calon tenaga kerja usia produktif 19 – 26 tahun yang digarapkan dapat menjadi tenaga kerja andal dan mampu menciptakan peluang usaha saat kembali ke Indonesia.

Bupati Majene Lukman menilai program pemagangan di Negara Jepang merupakan kesempatan yang sangat baik. Tingkat pengangguran di Majene yang meski menurun setiap tahun namun dinilai tidak begitu signifikan, sehingga hal tersebut menjadi solusi untuk menciptakan tenaga kerja siap pakai yang juga telah mengadopsi etos kerja dari Jepang.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Kenapa keJepang ? karena mereka memiliki inovasi dan spirit yang sangat tinggi sangat jauh dibanding yang lain. Jepang juga negara yang masuk 5 besar negara maju di dunia dan dikenal memiliki etos kerja dan dispilin yang tinggi,” ujarnya.

Lukman berharap dengan program tersebut budaya dispilin dari Jepang bisa dibawa ke Majene dan serta mampu menciptakan dunia usaha yang terbaik.

Sementara Staf Khusus Kemenaker RI Caswiyono Rusdi Cakrawangsa yang turut hadir, selain memuji Bupati Lukman yang dinilai humble dan energic, ia juga menyampaikan tiga hal yang harus diantisipasi terkait persoalan ketenaga kerjaan di Indonesia ; yaitu Bonus Demografi pada 2030 mendatang, dimana terjadi ledakan jumlah anak muda usia kerja sekitar 2.9 Juta jiwa yang harus terjamin dalam dunia kerja, kedua revolusi industri 4.0 yang mengakibatkan distrupsi suatu keadaan dimana pekerjaan manusia yang akan terganti dengan teknologi.

“Kemudian yang ketiga masa pandemi covid 19 yang berdampak pada 24 juta tenaga kerja di Indonesia seperti PHK, dikurangi jam kerjanya hingga di rumahkan. Dengan pemagangan di Jepang berarti mempersiapkan para generasi muda yang produktif untuk siap dalam setiap tantangan kedepan,” sebutnya.

Pada tempat sama, Direktur Pelatihan dan Pemagangan Kemenaker RI, Muhammad Ali Hapsah menjelaskan terdapat dua tahap untuk program pemagangan di Jepang . Diantaranya persiapan daerah sebelum di berangkatkan dan proses tes atau seleksi yang harus di ikuti setiap calon peserta magang.

Dihadapan para camat dan lurah Muhammad Ali yang memiliki darah Mandar Majene ini memberikan gambaran output seperti apa yang akan di dapatkan jika setiap pemerintah desa mengirimkan beberapa saja anak muda untuk dimagangkan di Jepang.

“Yang pertama, para calon peserta magang hanya dibebankan uang pembiayaan dan akomodasi saat berangkat ke Jakarta. Selebihnya menjadi tanggungan Kemenaker dan pihak Jepang hingga pemberangkatan. Selain itu uang saku selama satu bulan berkisar Rp10 juta, jika peserta magang bekerja selama 3 tahun maka tunjangan usaha mandiri yang diberikan perusahaan di jepang sebanya 600 yen atau Rp80 Juta. Jika empat – lima tahun diganjar 800 yen atau Rp130 juta. “Tenaga kerja kita bisa pulang dengan sejahters mampu menggerakkan ekeonomi desa dan kabupaten,” terangnya .

Tamura Hidetaka perwakilan dari IMM Jepang menyebutkan dari tahun 1993 -2020 sebanyak 60 Ribu peserta magang telah difasilitasi. Untuk perusahaan yang menerima pemagangan dari luar negeri sebanyak 1.729 yang bergerak dalam bidang produksi 70 % dan bidang konstruksi 25 %. Syarat diterima magang harus lulus praktik teori pekerjaan sebelum tahun kedua, tidak boleh perusahaan kecuali dari pihak perusahaan tersebut yang bermasalah.

Selain itu kata Tamura pihak perusahaan harus mempersiapkan fasilitas penginapan dan pengajar magang.

Turut hadir dalam sosialisasi tersebut
Direktur Pelatihan dan Pemagangan, Direktur Lemlat, IMM Jepang, Kepala BLK Makassar dan Pangkep, Kepala Disnakertrans, Kepala Bapeda Majene, Para Camat dan para Lurah dan kepala desa.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.