Lurah Rangas Divonis Bersalah

0
49

Mapos, Mamuju – Lurah Rangas, Wahyuddin Firdaus divonis bersalah dengan denda Rp3 juta subsider 1 bulan penjara. Senin sore (30/11/2020) sekitar pukul 18.30 Wita.

Pembacaan putusan yang dibacakan oleh hakim ketua Heriyanto SH.MH yang didampingi hakim anggota Nurlely, SH dengan Harwansyah, SH,MH, dihadiri langsung oleh terdakwa yang didampingi Dua kuasa hukum Akriadi, SH dengan Jeck Timbonga, SH, MH.

Dalam materi putusan yang dibacakan hakim ketua, terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan terdakwa, menjatuhkan pidana Rp3 juta. Bila tidak bayar diganti 1 bulan kurungan penjara. Dan diminta kepada terdakwa untuk mengembalikan vitamin C kepada kedua saudara saksi kamarian dengan Sopiyan.

“Saya kira itu putusannya ya, denda Rp3 juta jika tidak dibayar diganti kurungan penjara 1 bulan,“ singkat hakim ketua setelah ketuk palu putusan.

Terhadap putusan tersebut, penasehat hukum terdakwa, Akriadi bersama Jeck Timbonga mengaku, akan melakukan pertimbangan selama 7 hari.

Dikutip dari pojokcelebes.com, Akriadi tetap meyakini bahwa kliennya tidak bersalah seperti dalam dakwaan. Karena menurutnya tidak ada keterangans saksi yang menjelaskan bahwa kleinnya mengarahkan untuk memilih salahsatu kandidat.

“Dari kemarin kami katakan bahwa kasus ini terkesan dipaksakan. Dan keterangan saksi berdiri sendiri, tidak ada keterangan saksi yang mengatakan bahwa klien kami mengarahkan pilih salah satu kandidat. Terhadap putusan tadi, kami minta untuk pikir-pikir selama 1 minggu. Apakah kami akan melakukan upaya hukum atau tidak,” kata Akriadi kepada sejumlah wartawan.

JPU Arief Mulya Sugiharto, SH,MH mengatakan bahwa tuntutan sebelumnnya terhadap terdakwa sama dengan putusan majelis hakim yakni denda Rp3 juta. Namun subsidernya berbeda. Kalau JPU, kata dia, subsider tuntutannya 3 bulan penjara sedangkan majelis hakim hanya 1 bulan.

Terkait putusan yang baru dibacakan oleh majelis hakim soal pelanggaran Pemilu itu, Arief mengaku juga akan melakukan pikir selama waktu satu minggu.

“Tentu kami pikir-pikir juga dan berkoordinasikan dulu dengan pimpinan terkait langkah selanjutnya,“ singkat Kasi Barang Bukti (BB)  Kejari Mamuju ini.

Sidang putusan dihadiri sejumlah PNS, beberapa Lurah serta sahabat terdakwa.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.