Lewat Desk Perencanaan 2027, Bapperida Sulbar Dorong Peran Pariwisata Daerah

Mapos, Mamuju – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat menggelar desk urusan pemerintahan bidang pariwisata dalam rangka koordinasi teknis perencanaan pembangunan tahun 2027, Senin, 6 April 2026 secara daring.

Kegiatan ini mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, termasuk perwakilan dari Kabupaten Polewali Mandar, untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan sektor pariwisata ke depan sesuai arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.

Sejumlah pejabat teknis hadir dalam pembahasan tersebut, di antaranya Ajulawati B dari Bapperida Sulbar, Asmadi dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, serta perwakilan Bappeda dan Disporapar Polewali Mandar.

Diskusi berlangsung cukup dinamis, dengan fokus utama pada kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Ajulawati B menuturkan, utuk tahun 2027, pemerintah pusat menargetkan rasio Produk Domestik Bruto (PDB) pariwisata sebesar 4,8 persen. Sementara di tingkat daerah, target yang dipasang masih berada di angka 0,296 persen. Angka tersebut, dalam pembahasan, masih banyak ditopang oleh sektor usaha akomodasi serta makan dan minum.

“Selain itu, arah pembangunan juga dikaitkan dengan agenda besar nasional atau Asta Cita, khususnya dalam mendorong pengembangan infrastruktur, membuka lapangan kerja, serta memperkuat sektor ekonomi kreatif dan kewirausahaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bapperida Sulbar, Amujib menuturkan, dalam forum ini, pihaknya juga memfasilitasi pembahasan sejumlah program yang akan dijalankan daerah. Di antaranya program pemasaran pariwisata, baik di dalam maupun luar negeri, serta penguatan promosi melalui berbagai media.

Namun, tidak semua rencana sudah siap dijalankan. Beberapa program, terutama yang berkaitan dengan pengembangan kota kreatif dan penguatan kekayaan intelektual, masih belum masuk dalam dokumen perencanaan strategis (Renstra) daerah.

“Hal ini menjadi catatan penting, mengingat sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan pariwisata,” ungkap Amujib.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...