Mapos, Mamuju – Menyambut Hari Kartini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Bapperida Provinsi Sulawesi Barat menggelar aksi nyata peduli kesehatan perempuan. Bekerja sama dengan Puskesmas Rangas, organisasi ini menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh anggota DWP dan ASN di lingkup Kantor Bapperida Sulbar, Kamis (16/4/2026).
Langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya preventif mendeteksi risiko penyakit berat sejak dini, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) untuk deteksi dini kanker serviks.
Ketua DWP Unit Bapperida Sulbar, Ny. dr. Riyanti K. Amujib, M.Kes., Sp.An-KIC., menegaskan bahwa kesehatan adalah aset utama bagi perempuan agar dapat terus berkontribusi bagi keluarga dan institusi.
Melalui skrining ini, Bapperida Provinsi Sulbar berkomitmen memastikan setiap anggotanya memahami kondisi tubuh mereka, terutama dalam menghadapi fase transisi usia dan risiko penyakit yang sering kali muncul tanpa gejala awal.
Dalam arahannya, dr. Riyanti menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala bagi perempuan, khususnya bagi mereka yang telah memasuki usia di atas 40 tahun atau mendekati masa menopause.
“Banyak perubahan tubuh yang mulai terjadi di usia ini. Selama masa haid, kondisi kita mungkin terasa baik-baik saja, namun keluhan sering muncul setelah berhenti haid. Pemeriksaan IVA, misalnya, sangat krusial karena kanker mulut rahim biasanya tanpa gejala di awal,” jelas dr. Riyanti.
Ia menambahkan, melalui skrining mata, pendengaran, hingga pemeriksaan lab dasar ini, diharapkan jika ditemukan kondisi yang tidak normal, penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Selain fokus pada kesehatan, dr. Riyanti juga melakukan evaluasi internal organisasi. Ia melakukan penyusunan ulang struktur pengurus untuk memastikan SDM yang ada dapat benar-benar berkontribusi nyata.
“Saya ingin DWP hadir memberikan manfaat, bukan menjadi beban bagi bapak-bapaknya. Jika tidak bisa berkontribusi tenaga, maka kontribusi dalam bentuk lainnya menjadi pilihan agar program tetap berjalan. Terkait kostum, saya tidak ingin memberatkan. yang terpenting bagi saya adalah kehadiran ibu – ibu semua dan hasil nyata dari kegiatan tersebut,” tegasnya.
Ke depan, ia berharap keterlibatan anggota semakin fleksibel melalui teknologi, seperti penggunaan Zoom untuk pengisi acara yang berada jauh dari lokasi kantor.
Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, menyatakan dukungan penuhnya terhadap inisiatif ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan implementasi lokal dari program Sulbar Sehat yang dicanangkan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, sekaligus selaras dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengenai pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
”Untuk mewujudkan Sulbar Sehat, kita harus memulainya dari skala terkecil, yakni kesehatan individu individu, organisasi paling kecil, sehingga sulbar sehat dapat tercapai, sekaligus dukungan menuju Indonesia Emas,” ungkap Amujib.
(*)






