Letda Laut (S/W) Titha, Tukang Parkir Cantik Mendaratkan Helikopter di Atas KRI dr. Suharso

0
3543

Mapos, Mamuju – Tak seperti yang di bayangkan, profesi tukang parkir tidak hanya identik dengan kendaraan roda dua atau empat.

Salah satunya adalah pesawat helikopter juga memiliki petugas khusus layaknya tukang parkir.

Memberikan isyarat dengan gerakan tangan, mereka mengatur pilot dan memberikan arahan dengan mempertaruhkan nyawa. Diantaranya ancaman baling-baling dan sedotan mesin helikopter mengancam nyawa mereka.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Flying Deck Officer Letda Laut (S/W) Dita Ayu Wardani sehari-hari bertugas sebagai Kadeplog di KRI dr. Suharso 990. Dengan terang dan jelas dia memarkirkan helikopter ke atas kapal yang dikenal dengan rumah sakit terapung.

Perannya dinilai amatlah penting dalam melakukan akses dan sistem lalu lalang helikopter di atas KRI medis tersebut.

“Setelah mendapatkan perintah, kami langsung bergerak dan melakukan kegiatan misi kemanusiaan hingga batas waktu yang tidak kami ketahu,i” ujar perwira yang akrab disapa Titha ini, Sabtu (23/01/2021).

Sebagai petugas parkir helikopter, atau Ground Marshall (GM), Titha biasanya akan berdiri tegak di sebuah titik dan memberikan aba-aba visual ke pilot.

Personel mudah mengenalinya dengan seragam khusus dan biasa bergerak-gerak tangannya sewaktu ada helikopter berjalan.

Flying Deck Officer
Letda Laut (S/W) Dita Ayu Wardani

Selain dengan ATC, pilot juga harus berhubungan dengan Titha dan sejawatnya setiap hendak parkir helikopter. Meski terlihat ringan, sejatinya profesi Titha juga berisiko. Termasuk dari ancaman angin dan benda yang terbang di sapu baling baling helikopter.

Jika salah dalam memarkirkan helikopter, bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, yang ditugaskan untuk menjadi juru parkirnya juga harus punya keahlian khusus. Bahkan, harus melalui jenjang pendidikan yang khusus.

Proses Pendistribusian Logistik di daerah terisolir

Hari ke delapan pasca Gempa Bumi yang melanda di Sulbar, TNI AL mengerahkan helikopter untuk mendistribusikan bantuan logistik. Berupa sembako ke masyarakat yang terdampak bencana alam gempa bumi di daerah yang terisolir dan belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun.

Danlanal Mamuju, Letkol Marinir La Ode Jimmy yang memimpin langsung operasi, kemudian menyisir sejumlah wilayah yang terisolir di daerahnya.

Pengerahan helikopter Jenis AS 565 MBe Phanter yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AL Sulbar adalah untuk mengoptimalkan distribusi bantuan.

“Helikopter Panther ini stand by di KRI dr. Soeharso-990. Dan di perbantukan untuk pendistribusian bantuan logistik melalui jalur udara,” beber Jimmy.

Diketahui pengerahan helikopter ini merupakan perintah dari Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., bahwa agar seluruh unsur jajaran TNI AL yang berada di daerah bencana dapat dioptimalkan dalam mendistribusikan bantuan logistik di wilayah yang terdampak bencana alam. Dalam mendukung setiap kegiatan kemanusiaan yang termasuk dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dan hal ini juga.

Helikopter milik TNI AL itu akan mendistribusikan bantuan ke daerah-daerah yang tidak terjangkau karena keterbatasan akses. Beberapa daerah yang menjadi sasaran pendistribusian, seperti desa terpencil di Kabupaten Majene dan sekitarnya. TNI AL untuk sementara fokus di daerah tersebut sebelum pindah ke daerah lainnya.

Satgas penanggulangan Bencana Alam TNI AL Sulbar menyatakan penggunaan transportasi udara lebih memungkinkan dan cepat dilakukan. Karena akses ke beberapa daerah masih sulit ditembus dengan menggunakan jalur darat.

Para korban gempa di daerah tersulit itu pun berdatangan ketika bantuan tersebut dibagikan. Kerumunan masyarakat langsung berdatangan dari berbagai arah menuju tempat pembagian logistik tersebut.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.