Latsar CPNS Golongan III Pemkab Majene Ditutup

  • 15 Jan 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 508
Gambar Latsar CPNS  Golongan III Pemkab Majene Ditutup

Mapos, Majene — Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat – Pemerintah Kabupaten Majene tahun 2019 yang dilaksanakan di LPMP Sulbar, mulai dari tanggal 13 November 2019 sampai dengan 15 Januari 2020, ditutup hari ini, Rabu (15/01/2020).

Dihadapan Bupati Majene, Fahmi Massiara, mewakili Kepala BP SDM Sulbar, Muh. Nur, S.Pd, MM, para Pimpjnan OPD Terkait dan undangan lainnya, Kepala BKP SDM Majene Hj Andi Pawiloi, SH menyebut, kurikulum pembentukan karakter PNS dilaksanakan selama 51 hari kerja atau 511 jam pelatihan (JP), dengan rincian 21 hari kerja atau setara dengan 191 JP, untuk pembelajaran klasikal dan 30 hari kerja atau setara dengan 320 JP.

“Untuk pembelajaran non klasikal dengan pola penjadwalan kegiatan harian, dari hari Senin sampai dengan Sabtu,” katanya.

Ia memamaparkan, tenaga pelatih terdiri dari; tenaga penceramah yaitu pejabat tinggi pratama,Tenaga Pengelola Pelatihan atau Widyaiswara dan Tenaga Penyelenggara Pelatihan.

Sementara, peserta yang mengikuti Laksar CPNS sebanyak 104 orang berasal dari unit kerja Lingkup Pemkab Majene, terdiri dari; tenaga kesehatan 31 orang, tenaga guru 56 orang, tenaga teknis 17 orang dan seluruh peserta dinyatakan lulus.

Pada kesempatan sama, Kepala BP SDM Sulbar yang diwakili oleh Muhammad Nur, S. Pd, MM yang tak lain Kabid. Diklat mengatakan, Sulbar saat ini sudah memiliki peringkat terakreditasi, sehingga seluruh pelatihan dasar di Sulbar sudah dapat dilkasanakan secara mandiri.

“Sudah bisa juga menyelenggarakan secara mandiri Diklatpim IV yaitu Pengawas,” katanya.

Ia menegaskan, pelaksanaan Laksar di Sulbar sudah tidak bisa dilaksankan diluar Provinsi Sulbar.

“Pesan kami kepada para peserta Latsar yang telah lulus hari ini, janganlah menganggap bahwa sudah tidak ada lagi penilaian selanjutnya. Justru ketika kita memasuki dunia kerjalah diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai dasar seorang PNS selama masa Latsar dapat diaplikasikan pada dunia kerja yang sebenarnya. Ini adalah langkah awal dalam menerapkan dan mengembangkan kompetensi yang dimilki,” ujar Nur.

Senada dengan Bupati Majene, Fahmi Massiara. Ia mengatakan, Latsar sebagai bagian integral dari pembinaan PNS dan merupakan prioritas utama di dalam meningkatkan pengetahuan keterampilan dan sikap mental pegawai.

“Pada hakekatnya, tujuan pelatihan dasar adalah upaya peningkatan kualitas peserta didik dan peningkatan kinerja dalam rangka menciptakan SDM aparatur yang memiliki kompetensi sebagaimana yang dibutuhkan, untuk itu diperlukan peningkatan mutu profesionalisme, sikap pengabdian dan kesetiaan pada perjuangan bangsa dan negara, semangat persatuan dan kesatuan serta pengembangan wawasan Aparatur Sipil Negara, melalui pelatihan dasar yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari usaha pembinaan PNS,” katanya.

Menurut dia, CPNS golongan III yang akan diangkat menjadi PNS harus memenuhi persyaratan, yaitu harus lulus pendidikan dan pelatihan serta sehat jasmani dan rohani, karena latihan dasar merupakan kewajiban dalam memenuhi persyaratan untuk diangkat menjadi PNS.

“Yang mengikuti Latsar kali ini sudah menjadi kebutuhan mendasar dan dibutuhkan oleh Pemkab Majene, namun kemarin ketika kami buka lowongan dokter spesialis, dokter umum dan gigi, masih sangat kurang peminatnya,” ungkap Fahmi Massiara.

Lebih jauh dikatakan, sekarang jamannya industri 4.0, dimana semua dituntut untuk dapat menggunakan IT dan kinerja dari para peserta Latsar saat ini sudah harus diaplikasikan pada lingkup kerja mereka, terutama di level operasional.

“Bukan jamannya lagi buat yang tidak dapat menggunakan lap top atau komputer alias TBC. Bila saudara ingin cepat dan bagus dalam karier kerja, tunjukkanlah prestasi kerja yang saudara miliki, maka dengan sendirinya akan cepat melejit dalam karier,” sebut Fahmi menyemangati.

(ipunk)