Kunker Gubernur Dan Kapolda Sulbar di Pulau Balabalakang

2017-11-02_21.50.52

Mapos, Mamuju – Kapolda beserta Gubernur Sulbar dan rombongan melakukan kunjungan kerja di pulau Ambo Kecamatan Balabalakang Timur Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Kunker Kapolda beserta Gubernur Sulbar dan rombongan dalam rangka “Sambamg Nusa”. Rombongan Kapolda dan Gubernur berangkat dari Pelabuhan Pelelangan Ikan (PI) Mamuju pukul 07.15 Wita dengan menggunakan KP. Siamasei milik Satpolairud Polda Sulbar.

Turut hadir dalam kunker tersebut diantaranya, H. Ali Baal Masdar (Gubernur Sulbar), Brigjen Pol Baharuddin Djafar, M. Si (Kapolda Sulbar), Hj. Ruskati Ali Baal, M. Si (Anggota DPR RI/Komisi 8), Drs. H. Habsi Wahid, MM (Bupati Mamuju), Letkol Arh Muh. Imran, M. Si (Dandim.1418/Mamuju), AKBP Muh. Rifai Arvan, S.IK (Kapolres Mamuju), Dadal Angkara (Pimpinan Bank Indonesia), Drs. H. Khaeruddin Anas (Kepala Dinas Perhubungan Sulbar), Ir. H. Parman (Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulbar), Pilipus (Camat Balak-balakang), Forkopimda Pemda Prov. Sulbar dan Forkopimda Pemda Kabupaten Mamuju.

Rombongan itu tiba di Pulau Ambo pada Pukul 11.15 Wita, dan pukul 12.15 Wita rombongan langsung menuju Masjid guna melaksanakan sholat dzuhur secara berjamaah.

Tepat pukul 12.25 Wita, Gubernur beserta Kapolda dan rombongan tiba di tempat acara dan disambut oleh masyarakat desa pulau Ambo.

Dalam Sambutannya, Mahmud yang merupakan salah satu tokoh Masyarakat di pulau itu mengatakan, ini suatu kehormatan yang tidak ternilai atas kedatangan para rombongan Gubernur dan Kapolda Sulbar serta secara seksama dapat melihat secara langsung kehidupan masyarakat yang ada di pulau ambo.

Ia pun menceritakan keadaan di pulau Ambo, di pulau kecil inilah kami melangsungkan hidup dan bersandar pada laut sebagai tempat mencari nafkah dan berjuang untuk membiayai kehidupan keluarga kami.

Kami merasa daerah yang kami tempati ini berpuluh-puluh tahun lamanya bukan lagi daerah terpencil tapi daerah yang terisolasi, lambat laun daerah yang kami tempati ini semakin terkikis oleh ombak dikarenakan abrasi pantai yang menerjang setiap tahunnya.

Kami mohon kepada pemerintah Provinsi Sulbar dan Pemerintah daerah dapat membantu daerah kami melalui kebijakan pemerintah setempat dalam menangani abrasi itu, ungkap Mahmud.

Ditempat yang sama, Camat Bala-balakang Pilipus menyampaikan, atas nama pemerintah Desa Pulau Ambo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnta atas berkenannya unsur pejabat dapat hadir di pulau kecil ini dan mengunjungi masyarakat di Pulau Ambo.

Perlu diketahui, Pulau balabalakamg terbagi menjadi beberapa kecamatan diantaranya, Kecamatan Balabalakang Barat, Balabalakang Timur serta Balabalakang Induk.

Dikatakan, semua penduduknya hidup dari mencari ikan, itulah sumber kehidupan masyarakakt di pulau ini.

Sementara itu, Bupati Mamuju Drs. H. Habsi Wahid, MM mengatakan, Kecamatan Balabalakang terdiri dari 12 pulau dimana 10 pulau berpenghuni dan dua pulau lainnya tidak berpenghuni.

Adapun hasil sumbangsih dari Pemda Mamuju telah dibangun di semua desa saranan pendidikan mulai dari jenjang SMP karena di desa ini dulunya hanya memiliki pendidikan hingga SD saja dan Alhamdulillah SMP telah ada, jelas Habsi.

Ia menjelaskan, dari segi kesehatan pihak pemda Kabupaten Mamuju telah membangun Puskesmas Pembantu (Pustu) dan tenaga medisnya langsung diambil dari Kabupaten yang telah berpengalaman di dalam bidangnya, ucapnya.

Untuk tahun ini Pemda Kabupaten Mamuju telah merencenakan pengadaan kapal feri untuk sarana transportasi masyarakat Balabalakang dan semoga dengan adanya Kapal fery akses transportasi dari Pulau Ambo ke Kabupaten Mamuju dapat ditempuh dengan cepat.

Ditempat yang sama, Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Baharuddin Djafar dalam sambutannya mengatakan, dari Polda Sulbar sendiri telah membentuk Pos Polisi (Pospol) tidak lain untuk menjaga stabilitas keamanan di pulau ambo.

Ia menyampaikan, di kesempatan ini pula kedatangan kami ke Pulau Ambo sekaligus melaksanakan penandatanganan MoU terkait pendampingan dana Desa antara Polri dan Pemerintah Desa.

Dengan adanya Pendampingan dana desa ini agar dikemudian hari dana yang diperuntuhkan untuk infrastruktur dan lainnya tidak disalahgunakan, tuturnya.

“Saya berpesan kepada semuanya, terutama masyarakat di pulau Ambo, demi kelangsungan hidup kita baik rejeki, kesehatan dan yang lain sebagainya itu semua datangnya dari Allah SWT. Olehnya itu mari kita jangan pernah lupa dengan sang pencipta dan teruslah mengingat-Nya. Niscaya Allah akan memberikan keberkahan buat kita semua.

Sementara itu, Gubernur Sulbar H. Ali Baal Masdar menyampaikan, terkait beredarnya video tentang kesalahannya membaca teks Pancasila dikarenakan saya terlalu banyak berpikir bagaimana planning mensejahterakan masyarakat di Sulbar.

“Atas insiden itu dikarenakan Saya terlalu banyak berikir. Di pikiran Saya itu bagaimana masyarakat Sulbar bisa sejahtera, ” ungkapnya.

Atas keluhan masyarakat di Pulau Ambo, Gubernur Sulbar pun merespon semua yang menjadi keluhkan masyarakat Balabalakang akan direalisasikan.

“Saya akan realisasikan semua apa yang menjadi keluhan Masyarakat Pulau Balabalakang, ” jelasnya.

Menyinggung soal pulau lerelerekang, Ali Ball Masdar mengatakan, dalam waktu dekat ini, saya akan bertemu dengan Gubernur Kaltim guna membahas pembagian hasil bumi yang ada di Sulbar tetapi untuk klaim pulau lerelerekang sebagi milik Kaltim itu tidak akan pernah terjadi karena lerelerekang mutlak milik Sulbar.

“Saya akan ke Kaltim umtuk membahas tentang pembagian hasil bumi, lerelerekang adalah mutlak milik Sulbar, ” terangnya.

Ali Baal menuturkan, di rencanakan tahun depan, untuk pulau yang kosong direncanakan tahun depan Pemda Prov. Sulbar akan membuat wilayah konservasi dan akan dijadikan tempat wisata dan saya juga berupaya untuk bagaimana di pulau-pulau kita ini bisa terdapat air bersih.

Pemprov. Sulbar sendiri saat ini telah menganggarkan dana untuk pembuatan perahun sandeq sebanyak 20 Unit dan akan disalurkan kepada masyarakat untuk digunakan mencari ikan di laut, tuturnya.

Terkhusus untuk tenaga kesehatan dan pendidikan Pemprov Sulbar akan membuatkan sarana tempat tinggal dengan ukuran Type 80 agar mereka yang ditugaskan di tempat ini betah di tempat kerjanya, tutup Ali Baal Masdar.

Tepat pukul 13.27 Wita, dilakukan penandatanganan MoU Kesepahaman empat pilar yakni Kades, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Penyuluh Kemenag dalam rangka mendukung percepatan pembangunan desa sekaligus penyerahan bantuan berupa obat-obatan, makanan tambahan ibu hamil, perlengkapan sholat, KTP dan life jaket.

(usman)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...