KUA-PPAS Masih “Buntu”, Pimpinan Eksekutif dan Legislatif Kompak Keluar Daerah

  • 14 Nov 2019
  • Mamasa
  • Sudirman Al Bukhori
  • 552
Gambar KUA-PPAS Masih “Buntu”, Pimpinan Eksekutif dan Legislatif Kompak Keluar Daerah

Mapos-Mamasa — Ditengah-tengah dinamika pembahasan KUA-PPAS untuk APBD Kabupaten Mamasa yang kini masih berada di jalan “buntu”, lantaran tidak disahkannya draft KUA-PPAS oleh Banggar DPRD yang diajukan TAPD Kabupaten Mamasa, kini para pimpinan daerah baik eksekutif maupun legislatif kompak tinggalkan daerah dengan agenda masing-masing.

Penelusuran sejumlah awak media, Kamis (14/11/2019), baik di gedung DPRD Mamasa, juga di kantor Bupati tak ditemukan unsur pimpinan, baik eksekutif maupun legislatif yang berada di kantor.

Dari tiga orang pimpinan DPRD Mamasa, dua orang diantaranya yakni wakil ketua I dan qakil ketua II masih berada di Jakarta bersama anggota banggar DPRD dalam rangka konsultasi terkait KUA-PPAS yang drafnya telah mereka kembalikan ke pihak eksekutif. Sementara Ketua DPRD Orsan Soleman sudah beberapa hari diluar saerah untuk agenda lain.

Di Kantor Bupati Mamasa pun juga demikian. Para awak media hendak mengonformasi terkait KUA-PPAS yang belum jelas “nasibnya”, namun tak menemukan satupun unsur pimpinan eksekutif untuk dikonfirmasi. Mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda serta beberapa pejabat teras Pemkab Mamasa.

Dikonformasi di Kepala Sub Bagian Pemberitaan Bagian Humas dan Protokoler Setda Mamasa, Hartanto mejelaskan bahwa bupati bersama sekda saat ini sedang berada di Jakarta menghadiri agenda Forkopimda. Sementara wakil bupati masih diluar untuk tugas lain.

“Kalau sekda selain ada pertemuan di Mamuju, beliau juga bolak balik jakarta untuk mengikiti pertemuan Forkopimda bersama pak bupati, sementara pak wakil masih diluar daerah untuk tugas lain dan juga mungkin ada kegiatan gereja,” ungkap Hartanto.

Demikian juga di Kantor Badan Pendapatan Daerah, saat disambangi, salah satu staf mengatakan jika kepala badan saat ini sedang berada di Jakarta.

“Di jakarta pi bapak,” kata salah seorang staf saat ditanya wartawan.

(anis)