Krisis Pendidikan, Sebesar 48,6 Persen Anak Terancam Putus Sekolah

0
427

Mapos, Mamuju – Salah satu ancaman krisis jangka panjang di tengah pandemi ini adalah krisis pendidikan. Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan pendidikan kabupaten Mamuju Hajrul Malik dalam rakor advokasi data SIPBM ATS/APBS 2020 yang berlangsung di hotel Maleo Mamuju, Rabu (30/12/2020).

“Ancaman putus sekolah permanen menjadi bom waktu untuk kita atasi. Data ATS atau Anak Tidak Sekolah di 18 desa dari 7 kecamatan sebanyak 3.044 anak usia sekolah atau berusia 7-18 tahun,” sebut Hajrul Malik kepada mamujupos.com.

Dimana 48,6 persen diantaranya beresiko putus sekolah di masa Pandemi ini. Dan 8,3 persen saat ini sudah tidak sekolah.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Solusinya, urai Hajrul, dibutuhkan pemimpin pemikul beban, pemimpin kreatif. Banyak yang sudah terlibat, tapi kebijakan belum sepenuhnya berpihak. Dibutuhkan political will pemimpin baru. Pemimpin Keren.

“Jelang akhir tahun perlu bergerak segera. Data itu penting karena kita menjadi tahu apa yang mesti dilakukan dengan benar untuk sebuah kebijakan yang tepat. Kita masih banyak PR dimanan maih banyak anak tidak sekolah pada tahun 2020,” kuncinya.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.