Ketua TP PKK Majene Mengapresiasi PDGI dalam Penanganan Stunting

  • 23 Jan 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 503
Gambar Ketua TP PKK Majene Mengapresiasi PDGI dalam Penanganan Stunting

Mapos, Majene — Kendatipun upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Majene bersama TP PKK Kabupaten Majene dan pihak terkait telah maksimal dalam penanganan stunting, namun semakin terasa dengan adanya dukungan dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Majene.

“Upaya yang dilakukan oleh Pemkab Majene dan TP PKK Majene sudah sangat luar biasa dalam hal penanganan stunting, dan Alhamdulillah saat ini kembali dibantu oleh PDGI. Ini akan semakin mempercepat penanganan stunting di Majene. Artinya, semua yang terkait didalamnya turut mengambil bagian dan punya andil yang luar biasa,” ucap Ketua TP PKK Kabupaten Majene, Ny Hj Fatmawati Fahmi dalam sambutannya pada acara talk show memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PDGI ke 70 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Kamis (23/01/2020).

Fatmawati juga mengucapkan terima kasih kepada Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, drg Muh Ruslin, M Kes, Sp BM (K), Ph D bersama para dokter gigi yang telah sudi meluangkan waktunya untuk mengedukasi jajaran TP PKK Majene terkait masalah stunting dengan berbagai aspek.

“Saya akui bahwa PDGI Majene selalu proaktif dan inovatif dalam setiap memperingati hari ulang tahunnya yang rutin dilaksanakan. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih,” kata Fatmawati.

Semantara, laporan Ketua Panitia pelaksana drg Gufria Darma Irasanti, M. Ph mengatakan, latar belakang dibuatnya kegiatan talk show yang bertemakan “Upaya Penurunan Prevalensi Stunting Melalui Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut” adalah karena stunting merupakan salah satu isu prioritas kesehatan di Indonesia selama hampir lebih 10 tahun terakhir yang menunjukkan bahwa prevalensi stunting tidak signifikan mengalami penurunan.

“Sehingga masalah ini harus segera diatasi, karena penurunan angka stunting memerlukan intervensi yang terpadu mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif,” katanya.

Sedangkan tujuan kegiatan kata Gufria, adalah untuk memberikan informasi tentang pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut sejak dini sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap penurunan prevalensi stunting.

“Artinya, kita memberikan gambaran korelasi stunting dengan kesehatan gigi dan mulut,” katanya.

Pada kesempatan sama, Ketua PDGI Cabang Majene, drg Idhan Halik mengatakan, pihaknya melakukan berbagai kegiatan dalam memperingati HUT PDGI ke 70.

Kegiatan itu antara lain, pemberian layanan gratis minimal kepada 1 pasien pada tanggal 21 sampai dengan 22 Januari 2020.

“Gerakan ini diharapkan mampu menggugah jiwa sosial dokter gigi se Indonesia yang berjumlah kurang lebih 36.000 orang. Khusus di lingkup wilayah PDGI Sulselbar kita melakukan kampanye kesehatan gigi dan mulut yang dikemas dalam bentuk sosialisasi “upaya penurunan prevalensi stunting melalui peningkatan kesehatan gigi dan mulut“,” kata Idhan.

Ia menyebut, kegiatan sosialisasi kali ini bekerjasama dengan TP PKK Kabupaten Majene yang didominasi kelompok perempuan di PKK karena merupakan kategori sasaran yang tepat untuk kegiatan ini.

“Peran perempuan dalam mencegah kejadian stunting sangat penting melalui pendekatan lingkungan keluarga,” tegas Idhan.

Pada tempat sama, Wakil Bupati Majene H Lukman, S.Pd, M Pd mengatakan, stunting bukan untuk diobati melainkan dicegah agar bagaimana kedepannya tidak ada lagi stunting di Majene.

Ia menekankan kepada PDGI Majene yang sudah bertugas agar tidak meninggalkan daerah jika disekolahkan dengan biaya Pemda Majene.

Lukman mengaku, sepertinya ada kesenjangan fasilitas antara dokter umum dengan dokter gigi.

“Saya berharap kedepannya bisa disamakan, karena menurut saya bila gigi kita sehat, tentu akan berpengaruh kepada tingkat kesehatan secara umum di masyarakat,” kata Lukman.

Lebih jauh katanya, PDGI Majene berkomitmen akan turun kesemua wilayah di Majene untuk melakukan pemeriksaan gigi dan mulut sekali sebulan.

“Kepada Ibu Desa dan Ibu Lurah, mari kita jadikan skala prioritas, bagaimana mengedukasi kepada warganya untuk rajin memeriksakan mulut dan gigi keluarganya ke Puskesmas terdekat dan akan ditangani oleh dokter gigi,” ucap Lukman.

“Persoalan gigi yang kita bicarakan hari ini adalah sangat bagus, karena ujung dari semua kesehatan adalah persoalan gigi, karena bila gigi kita sehat maka kita bisa menerima asupan gizi yang baik pula,” tandasnya.

(ipunk)