Mapos, Mamasa – Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Mamasa, Sudiarno Allowali, terus mendorong penguatan pertanian berbasis desa melalui pendampingan kebun semangka dan pepaya Kalifornia yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Salubulo, Kecamatan Bambang. Kebun tersebut kini memasuki masa panen dan diharapkan mampu menopang ketahanan pangan desa serta mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan Sudiarno Allowali saat diwawancarai pada Sabtu, 3 Januari 2026. Ia menjelaskan, sejak awal perencanaan, Bumdes Salubulo meminta pendampingan teknis dari HKTI Kabupaten Mamasa.
“Kebun semangka dan pepaya Kalifornia ini berada di Desa Salubulo, Kecamatan Bambang. Saya diminta mendampingi sejak pembibitan, pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan hingga panen,” ujar Sudiarno.
Ia mengungkapkan, terdapat dua komoditas utama yang dikembangkan. Untuk semangka, sekitar 2.000 pohon ditanam, dengan sekitar 1.000 pohon dijadwalkan panen pada Selasa, 6 Januari 2026, sementara sisanya diperkirakan menyusul pada bulan berikutnya. Selain itu, sekitar 3.000 pohon pepaya Kalifornia juga telah ditanam sebagai komoditas jangka menengah.
Menurut Sudiarno, pengembangan kebun ini bertujuan memperkuat kemandirian pangan desa sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional dan MBG di tingkat kecamatan.
“Ini kami siapkan untuk kemandirian pangan desa dan untuk menyuplai kebutuhan MBG yang ada di kecamatan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pada November 2025 lalu, penanaman pepaya Kalifornia di Desa Salubulo sempat di-launching dan dihadiri oleh Bupati Mamasa, atas undangan Bumdes melalui Kepala Desa Salubulo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Desa Salubulo sebagai wilayah yang produktif di sektor pertanian dan perkebunan.
Namun demikian, Sudiarno menilai dukungan pemerintah kabupaten secara nyata di sektor pertanian masih perlu diperkuat, khususnya dalam bentuk kebijakan dan infrastruktur pendukung bagi petani.
“Kalau peran aktif pemerintah kabupaten, sejauh ini belum terlalu terlihat, selain kehadiran Bupati saat penanaman semangka yang memberi semangat kepada petani,” ungkapnya.
Ia menambahkan, secara umum kondisi pertanaman petani saat ini cukup baik. Kendala utama yang masih dihadapi adalah akses jalan yang belum memadai.
“Pertanaman bagus, tapi akses jalan belum bisa dilalui kendaraan roda empat. Ini menyulitkan petani mengangkut pupuk dan hasil panen, sehingga biaya angkut menjadi tinggi,” katanya.
Terkait pemasaran hasil panen, Sudiarno menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga kini, dua dapur MBG telah menyatakan kesiapan menyerap hasil panen, yakni SPPG Tawalian/Osango dan SPPG Mambi.
Ke depan, Sudiarno berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih serius dan berkelanjutan terhadap sektor pertanian.
“Pertanian harus benar-benar menjadi prioritas. Dengan dukungan nyata, petani tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga maju dan sejahtera,” tutupnya.
(sri/*)






