Ketua dan Sekretaris DKD PWI Sulbar Pun Menjadi Korban Banjir

Mapos, Mamuju – Banjir bandang yang menerjang kota Mamuju, Kamis (22/03/2018), dinilai yang terparah. Potret usai bencana di ibukota Sulbar ini menyisakan puing-puing rumah dan perabotan rumah tangga yang berserakan. Termasuk lumpur yang rata-rata setinggi betis orang dewasa.

Di BTN H. Basir sebagai wilayah terparah banjir, gambaran itu terpampang dengan jelas. Hingga berita ini disusun, raut wajah lelah dan sedih menggelayut dihampir semua warganya yang perlahan membersihkan rumah mereka. Sementara sebagian besar ibu-ibu dan anak-anak tidur di masjid.

Salah seorang warga setempat Sulaeman Rahman, menuturkan, tidak ada seorang pun yang memprediksi akan terjadi banjir besar seperti itu. Sehingga tidak ada persiapan sama sekali.

Sulaeman Rahman (kanan) dan Ishaka M. Thoib. Sebagian warga yang menjadi korban banjir

“Hujan deras terjadi pada pertengahan malam kemarin sekitar pukul 23.30 Wita Rabu (21/03/2018) dan saya mulai memindahkan sejumlah barang-barang ke atas meja sekitar pukul 02.00 Wita dini hari. Saat terbangun sekitar pukul 06.30 Wta, saya kaget melihat air masuk ke rumah setinggi dadanya. Lebih kaget lagi waktu membuka gorden, ternyata air mengalir sangat deras. Yang terpikir ketika itu, tsunami,” ungkap Ketua Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI Sulbar ini.

Tanpa pikir panjang, dia pun segera berlari menuju rumah tetangga yang berlantai 2. Dia menabrak arus yang cukup deras disertai puing-puing rumah. Akibatnya, badannya pun banyak tergores seng dan kayu.

Dia melihat banyak warga yang berlari menuju bangunan berlantai 2 juga. Termasuk anak-anak yang langsung dievakuasi ke mesjid di lantai 2.

“Saya pasrah saja. Sampai sekitar pukul 10.30 Wita, saya kembali ke rumah dan luar biasa porak poranda. Tidak ada satu pun yang bisa diselamatkan. Beruntung, motor yang terpakir di luar rumah ditemukan warga,” katanya.

Sulaeman sementara ini mengungsi di rumah Sekretaris Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI Sulbar Ishaka M. Thoib yang juga terkena musibah banjir.

(*)

Baca Juga