Kesbangpol Ikuti Apel Virtual, Gubernur SDK Tekankan Efisiensi Anggaran hingga Larangan Pungutan di Sekolah

Mapos, Mamuju –  Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) di tengah kondisi fiskal yang menantang. Hal itu disampaikannya saat memimpin apel virtual lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, didampingi Sekretaris Daerah Juda Maulana, para asisten, serta staf ahli.

Dalam arahannya, Suhardi Duka menjelaskan bahwa tingginya beban subsidi, meskipun diiringi peningkatan penerimaan negara, tetap berdampak pada kondisi defisit anggaran.

“Kondisi ini kita pahami bersama. Dengan subsidi yang tinggi, meskipun penerimaan negara meningkat, beban subsidi yang besar menyebabkan defisit menjadi konsekuensi yang harus dihadapi pemerintah,” ujarnya.

Ia menegaskan, situasi tersebut menuntut seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bekerja lebih efektif, efisien, dan bertanggung jawab. “Tidak ada lagi ruang untuk pemborosan. Setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Suhardi.

Menurut dia, keterbatasan anggaran harus menjadi pemicu untuk meningkatkan kinerja, memperkuat disiplin, serta mempererat kerja sama antarperangkat daerah.

Selain itu, Suhardi juga mengingatkan bahwa ASN sebagai pemimpin dan aparatur negara harus menggunakan akal dan rasionalitas dalam merencanakan serta menjalankan program. Ia menyoroti perubahan pola pengawasan publik yang kini semakin terbuka dan kritis.

“Kalau dulu yang mengkritik kita hanya media, sekarang setiap individu bisa mempublikasikan apa saja melalui telepon genggamnya. Apa pun bisa menjadi viral,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran untuk menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan sorotan negatif di ruang publik. “Kalau viralnya positif tentu kita bersyukur, tetapi kalau negatif akan merugikan pribadi maupun institusi,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga secara tegas melarang adanya pungutan dalam bentuk apa pun di lingkungan sekolah. Ia menilai, meskipun dilakukan atas dasar kesepakatan dengan orang tua murid, praktik tersebut tetap berpotensi dipersepsikan sebagai pungutan liar.

“Walaupun tujuannya baik, misalnya untuk perbaikan fasilitas sekolah, tetap saja akan menjadi sorotan. Karena itu, lebih baik dihindari dan mengikuti mekanisme yang sesuai aturan,” katanya.

Suhardi juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang optimal. Ia meminta ASN meninggalkan pola pikir lama yang mempersulit layanan.

“Kita ini abdi negara dan pelayan masyarakat. Maka layani masyarakat dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar tidak ada aparatur yang justru memperkeruh situasi dengan menyerang institusi sendiri di ruang publik. Menurut dia, persoalan internal sebaiknya diselesaikan secara internal.

“Jangan sampai kita seperti melempari rumah sendiri. Kalau ada yang salah, mari kita perbaiki bersama,” kata Suhardi.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah juga tengah menghadapi tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penurunan penerimaan daerah, khususnya dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD), mencapai sekitar Rp67 miliar, terutama dari pajak rokok dan pajak bahan bakar minyak (BBM).

Kondisi tersebut, lanjut dia, mengharuskan pemerintah melakukan evaluasi program secara menyeluruh dan memprioritaskan kegiatan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat.

“Kita harus memilah mana yang prioritas dan mana yang bisa ditunda. Kita juga akan mendengarkan pandangan DPR karena APBD disusun bersama,” ujarnya.

Suhardi juga mengingatkan kembali nilai dasar ASN, yakni mendahulukan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan. Ia menekankan pentingnya loyalitas terhadap tujuan pembangunan.

“Tujuan kita jelas, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menurunkan kemiskinan, dan mengurangi pengangguran. Loyalitas kita harus ke sana,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia turut menyampaikan apresiasi kepada para guru dalam momentum Hari Pendidikan Nasional. Ia meminta agar lingkungan pendidikan tetap kondusif dan bebas dari perundungan.

“Ciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan. Yang penting anak-anak kita tetap sekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Suhardi.

Mengakhiri arahannya, Gubernur mengajak seluruh jajaran untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...