Kasus Gizi Buruk, Dr. Hajrah : Kita Akan Pantau Perkembangan Wahyu

Mapos, Mamuju – Kasus gizi buruk yang menimpa bocah Wahyu (7) Warga asal Desa Kabuloang Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju, yang kini mendapat perawatan secara intensif di rumah sakit umum daerah ( RSUD ) Kabupaten Mamuju langsung mendapat perhatian serius dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Dr. Hajrah, Adinda Wahyu sebelum di vonis dokter menderita penyakit gizi buruk, di tahun 2011 disaat Wahyu berumur 4 bulan kondisi pertumbuhannya sudah memiliki kelainan, tidak seperti anak-anak pada umumnya. Kamis (15/2/2018).

”Pada umur 4 bulan, Adinda terdiognosa ada kelainan pada pertumbuhannya. Petugas di Puskesmas langsung melakukan pemeriksaan rutin. Umur 2 tahun pertumbuhan Adinda Wahyu mengalami perubahan drastis (normal),” kata dr. Hajrah.

Kadinkes Kabupaten Mamuju, Dr. Hajrah.

Di tahun 2015, umur Wahyu menginjak 4 tahun, kondisi pertumbuhan Adinda Wahyu kembali mengalami gangguan dengan tidak dilakukan pengontrolan di Puskesmas pada petugas gizi oleh orang tua Wahyu.

“Sempat petugas ingatkan kepada orang tua Wahyu untuk selalu rutin membawa anaknya ke petugas gizi agar dilakukan pemeriksaan rutin, namun tidak dilakukan. Hingga petugas puskesmas kehilangan kontak.

Hal inilah yang sangat disesalkan bagi petugas kesehatan. Seharusnya kata dia, orang tua Adinda Wahyu memberikan informasi kepada petugas atau aparat desa, sehingga kasus seperti itu bisa tertangani secepatnya.

”Saya juga sesalkan petugas gizi, seharusnya petugas gizi terus memantau perkembangan anak itu. Dan sebaliknya, orang tua Wahyu terus lakukan komumikasi dengan petugas gizi,” ucapnya.

Wahyu (7), Pasien Penderita Gizi Buruk

Tidak ada yang bisa disalahkan dari peristiwa ini, petugas gizi sudah melaksanakan upaya pemberian obat dan vitamin serta makanan selama 90 hari lebih termasuk orang tua Wahyu yang tidak mengambil sikap untuk secepatnya melaporkan kepada petugas maupun ke aparat desa jika anaknya mengalami seperti ini,” terang dr. Hajrah.

Ia berharap, agar kasus gizi buruk tidak lagi terjadi.

(usman)

Baca Juga