Karampuang Sekarang dan Masa Akan Datang

Gambar Karampuang Sekarang dan Masa Akan Datang

Oleh: Radinal Jayadi
Alumni Universitas Hasanudin, fakultas Teknik, Jurusan Pengembangan Wilayah dan Kota. Aktif Sebagai Tenaga Ahli di Lembaga informasi dan kajian Daerah (LIKDA) Indonesia

ANGIN yang berhembus kencang membelai rambut wanita cantik siang itu. Teriknya matahari membuat kulit terasa sedikit terbakar. Suara deburan ombaknya seolah memanggil saya untuk segera berjalan ke bibir pantai untuk memulai melumat keindahan pantainya. Langitnya tampak biru dan luas dengan gumpalan awan putih yang berarak beriringan. Paduan sinar matahari dengan air laut memantulkan warna keemasan dari kejauhan. Begitu indah dan memukau pulau itu “Karampuang”, begitulah penamaan pulau yang berada dibagian pesisir kawasan perkotaan
Kabupaten Mamuju itu disebut, pulau yang tercipta ketika tuhan tersenyum.

Pulau yang luasnya 160 Ha ini, memiliki nilai ekonomi yang tinggi disetiap jengkal sudut pulaunya, pulau dengan kearifan lokal yang memiliki nilai edukasi tinggi, pulau yg menawarkan pemandangan gugus trumbu karang bawah laut yang indah dan pada akhirnya manawarkan solusi dan kesejukan atas kepenatan eskalasi geliat ekonomi, sosial dan politik yang terjadi setiap hari di Bumi Manakarra.

Pulau karampuang kini bah gadis cantik yang tengah berdandan, mengusung konsep Ekowisata menjadi pilihan yang tepat dalam mewujudkan pembangunan pariwisata berkelanjutan sehingga pariwisata tidak lagi terbatas menjadi mesin pertumbuhan semata, tetapi bergeser jadi lokomotif distribusi modal, akses, ketrampilan, pendapatan, dan daya tawar bagi masyarakat.

Dengan mengusung konsep akowisata maka trilogi pembangunan menjadi mutlak dijadikan prinsip penataan pulau Karampuang kedepan, artinya apa, penataan pulau memiliki nilai dimensi edukasi, konservasi serta pemberdayaan masyarakat sehingga mewujudkan Millennium Development Goals dapat dicapai melalui pengembangan di sektor pariwisata khususnya di Pulau Karampuang

Dengan begitu pengembangan pariwisata pulau karampuang menjadi sektor yang inklusif dan anti-pemiskinan. Luaran konkretnya adalah masyarakat pulau semakin berdaya dan otonom untuk menentukan pilihan atas peluang ekonomi pariwisata atas dandanan konsep yang dihiaskan.

Pulau Karampuang

Jika dikelola secara arif serta dengan memanfaatkan perkembangan industri 4.0 (four point zero) yang mengarah ke produksi masa depan yang berbasis internet, pariwisata Pulau Karampuang mampu membuka akses masyarakat pada pasar, jejaring, dan informasi. Caranya, kompetensi kewirausahaan dan profesionalisme terus ditingkatkan.

Cara itu menjamin produk wisata milik masyarakat semakin mudah masuk ke orbitasi pasar wisatawan. Pendampingan secara berjenjang dan berjangka panjang akan memudahkan masyarakat mengakses pasar yang lebih luas. Dengan demikian pulau karampuang dapat menjadi epicentrum pariwisata baru di bagian barat Pulau Sulawesi

Memang tidak mudah mewujudkannya. Perlu kemauan politik antara Pemkab Mamuju dan Pemprov Sulbar yang kuat dan konsisten untuk memastikan penataan pola ruang pulau dan pengembangan struktur ruang, barulah akan berdampak pada penurunan kemiskinan itu nyata dan berkorelasi positif dengan pertumbuhan pariwisata. Jika tidak, maka sektor pariwisata pulau karampuang condong menjadi jembatan menuju pemiskinan.

Oleh sebab itu daya kritis harus dipertajam untuk mengawal perjalanan pembangunan pariwisata secara umum maupun pengembangan pariwisata pulau karampaung. Capaian-capaian kuantitatif tidak boleh membuat kita lengah terhadap potensi dan orientasi cepat panen tanpa berkelanjutan. Sejarah membuktikan, pertumbuhan tanpa pemerataan hanya menyisakan puing-puing kegagalan berkepanjangan.

(*)

Baca Juga
caleg sulbar no 23
caleg sulbar no 27
caleg sulbar no 34
caleg sulbar no 37
caleg sulbar no 39
caleg sulbar no 40
caleg sulbar no 42