Kapolres: Polisi Pelaku Penganiayaan Bisa Dipecat

  • 20 Feb 2018
  • Hukum
  • Sudirman Al Bukhori
  • 341
Gambar Kapolres: Polisi Pelaku Penganiayaan Bisa Dipecat Kapolres "Metro" Mamuju AKBP Moh. Rivai Arvan bersama Wartawan mamujupos.com saat wawancara khusus terkait Kasus Penganiayaan yang dilakukan oleh anggota Polisi.

Mapos, Mamuju – Kapolres “Metro” Mamuju Moh. Rivai Arvan angkat bicara terkait adanya pemberitaan warga Kalukku yang dianiaya oleh anggota Polri di Tasiu Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.

“Soal penganiayaan polisi yang terlibat pelanggaran ya tetap ditindaklah,” ujar Rivai, Selasa (20/2/2018).

Dikatakan Rivai, bagi anggota yang terlibat penganiayaan akan diproses. “Ya bisa kita pidanakan, bisa bina, atau dipecat juga bisa. Masa seperti itu dibiarkan” tegas Rivai.

Kapolres “Metro” Mamuju AKBP Moh. Rivai Arvan saat wawancara khusus terkait Kasus Penganiayaan yang Diduga dilakukan oleh oknum anggota Polisi.

Lanjut dikatakan, kami berterima kasih kepada masyarakat yang memposting dan memberikan informasi seputar kejadian tersebut. Dan kepada teman-teman pers yang telah membantu memberikan informasinya.

“Atas informasi itu, saya telah mengutus anggota ke TKP, untuk menyelidiki kasus ini. Bila benar adanya akan kita beri sanksi tegas”, terang Rivai.

Tidak ada yang kebal hukum termasuk saya sendiri sebagai Kapolres. Bila melanggar hukum akan kita tindak tegas,” kuncinya .

Untuk diketahui, seorang warga Kalukku bernama Ruhut (30), mengaku menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Polisi.

Akibat penganiayaan itu, Ruhut mengalami luka memar dibagian kaki hingga paha.

Ruhut mengaku tindak kekerasan yang dialaminya, lantaran dia dituduh mencuri uang yang tidak pernah dilakukannya.

(wahid)

Baca Juga