Kapolda Sulbar : Shalat Merupakan Tiang Agama

IMG_20170918_203049Mapos. Mamuju – Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar memimpin shalat Zhuhur berjamaah di mesjid Raya Mamuju.

Ini adalah yang pertama kali terjadi di Mamuju, seorang Kapolda menjadi Imam Shalat Zhuhur dan sekaligus memberikan sedikit tausiah keagamaan.

Sebagai seorang yang bertaqwa kepada Allah SWT, kita harus menjalankan segala perintah-Nya, diantaranya Shalat berjamaah, hal yang pertama akan dipertanyakan di alam kubur adalah amalan Shalat, bila shalat kita baik maka baik pula amalannya,  namun bila shalat kita buruk maka buruk pula amalannya, imbuhnya.

Shalat merupakan tiang agama, apapun pangkat dan kedudukan kita sebagai Hamba yang bertaqwa jangan lalaikan kewajiban melaksanakan Shalat, kapan dan dimanapun dan dalam keadaan apapun, pesan Baharuddin dalan tausiahnya.

Al Quran telah menegaskan perintah melaksanakan Shalat diantaranya dalam surah Al Baqarah ayat 2 berbunyi : Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.

Dalam tausiahnya Kapolda Sulba berpesan, masalah shalat merupakan masalah yang sangat agung. Apabila kita lihat dan memperhatikan realita yang ada di rumah-rumah kebanyakan orang zaman ini, maka kita dapati kebanyakan orang tua lah yang melalaikan masalah ini. Para bapak meremehkan dan melalaikan shalat, sehingga mereka tidak bisa menjadi contoh bagi anak-anaknya dalam menjaga shalat. Akhirnya, orang-orang yang berada dibawah tanggung jawabnya tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang melalaikan dan meremehkan shalat, karena sesungguhnya anak-anak akan tumbuh dan berkembang berdasarkan contoh yang mereka dapatkan dari orang tua mereka.

Tindakan mengabaikan pendidikan shalat terhadap anak ini termasuk kejahatan yang tidak ada bandingannya. Tindakan jahat dalam masalah shalat ini merupakan kejahatan yang besar.

Perhatikanlah perkataan Imam Ibn Qayyim rahimahullah yang beliau rahimahullah khusus kepada orang tua dalam permasalahan ini. Beliau rahimahullah mengatakan, “Barangsiapa melalaikan pendidikan anak, tidak mengajarkan mereka hal- hal yang bermamfaat baginya serta dia membiarkan anaknya begitu saja, maka sungguh dia telah berlaku sangat buruk pada anaknya. Dan kerusakan pada anak terjadi karena sebab kelalain orang tua mereka dalam mengajarkan kepada mereka hal-hal yang wajib di dalam agama ini dan hal-hal yang sunnah. Mereka (para orang tua-pent) menyianyiakan anak-anak mereka tatkala mereka masih kecil hingga mereka tidak mampu memberi manfaat kepada diri mereka sendri, serta tidak akan pernah bisa memberi manfaat kepada orang tua mereka tatkala mereka dewasa”.

Ini merupakan situasi yang sangat penting (gawat) yang memerlukan kesungguhan, sebuah situasi yang mengharuskan orang tua memperhatikan dirinya peribadi terlebih dahulu kemudian memperhatikan orang yang berada dibawah tanggung jawabnya seperti keluarga dan anak-anaknya, mengajarkan mereka shalat, dan mengajak mereka untuk senantiasa menjaga shalat.

(usman) 

(Humas Polda Sulbar)