Kapolda Sulbar Resmi Buka Pendidikan Bintara Polri TA 2026

Mapos, Majene – Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, memimpin upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua Polda Sulbar, Senin (20/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membentuk sumber daya manusia Polri yang profesional, berintegritas, humanis, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Upacara pembukaan dihadiri oleh Wakapolda Sulbar, para Pejabat Utama Polda Sulbar, perwakilan Pemerintah Kabupaten Majene, tokoh masyarakat, para perwira jajaran, serta pengurus Bhayangkari.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, diawali dengan pemeriksaan pasukan, pernyataan resmi pembukaan pendidikan, hingga penyematan tanda peserta didik sebagai simbol dimulainya proses pendidikan.

Sebanyak 126 calon Bintara Polri asal Sulawesi Barat dinyatakan mengikuti pendidikan pada Tahun Anggaran 2026. Dari jumlah tersebut, 93 siswa menjalani pendidikan di SPN Polda Sulbar, sementara peserta lainnya ditempatkan di beberapa lembaga pendidikan Polri, yakni Sepolwan sebanyak 7 orang, Pusdik Intelkam 15 orang, SPN Lido 1 orang, SPN Kalimantan Selatan 8 orang, dan SPN Yogyakarta 2 orang.

Dalam amanatnya, Kapolda Sulbar menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil lolos melalui proses seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa pendidikan ini bukan sekadar membentuk kemampuan teknis kepolisian, tetapi juga membangun karakter, moral, dan integritas sebagai landasan utama dalam pelaksanaan tugas.

Kapolda mengingatkan bahwa tema pendidikan tahun ini, “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi Produktif serta Inklusif,” merupakan komitmen Polri dalam mendukung program strategis pemerintah sekaligus menyiapkan personel yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dalam amanat tersebut, Kapolda menekankan bahwa lulusan SPKT akan menjadi garda terdepan pelayanan Kepolisian. Oleh karena itu, setiap peserta didik harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, profesional, ramah, serta mengedepankan sikap humanis dalam setiap interaksi dengan masyarakat.

“Kemampuan teknis harus diimbangi dengan moral, integritas, dan tanggung jawab. Kepercayaan masyarakat kepada Polri dibangun melalui pelayanan yang tulus, profesional, dan berkeadilan,” tegas Kapolda.

Kapolda juga menyampaikan tujuh pesan utama kepada seluruh peserta didik, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, segera menyesuaikan diri dengan kehidupan lembaga pendidikan, menjaga kesiapan fisik dan mental, meninggalkan kebiasaan yang tidak disiplin, mengingat tujuan awal serta harapan keluarga ketika menghadapi tantangan, memiliki semangat belajar yang tinggi, serta menyelesaikan pendidikan dengan penuh tanggung jawab dan kehormatan.

Selain kepada peserta didik, Kapolda memberikan penekanan kepada Kepala SPN, para instruktur, tenaga pendidik, dan pengasuh agar melaksanakan proses pendidikan secara profesional, objektif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.

Kapolda menegaskan bahwa proses pendidikan harus dilaksanakan dengan disiplin yang adil, tanpa praktik kekerasan maupun perundungan.

“Pendidikan yang keras bukan berarti kasar. Ketegasan bertujuan membentuk karakter, bukan menanamkan rasa takut ataupun dendam. Bangun lingkungan pendidikan yang aman, profesional, dan bermartabat sehingga setiap siswa mampu berkembang menjadi Bhayangkara yang Presisi,” ujar Kapolda.

Melalui pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 ini, Polda Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi Bhayangkara yang unggul, berintegritas, humanis, serta mampu menjawab tantangan tugas kepolisian di masa depan dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...