Kanit Bintibmas Polres Majene Beri Materi Sadar Hukum kepada Pemuda

  • 22 Agu 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 170
Gambar Kanit Bintibmas Polres Majene Beri Materi Sadar Hukum kepada Pemuda

Mapos, Majene — Kepala Unit (Kanit) Bintibmas Satuan Binmas Polres Majene – Aipda Sukri memberikan materi dalam Penyuluhan Sadar Hukum bagi pemuda yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Majene bekerja sama dengan Lembaga Keterampilan dan Pelatihan Cendana di aula salah hotel di Majene, Kamis (22/8/2019).

Dihadapan sekitar 30 orang peserta yang hadir Sukri mengatakan, kesadaran hukum masyarakat tidak hanya ditentukan oleh tingkat pendidikan dan keberadaan ekonomi seseorang.

“Pengalaman menunjukkan bahwa yang melakukan pelanggaran hukum hari ini ternyata  banyak dilakukan oleh orang-orang yang termasuk kategori mereka  yang secara pendidikan berada di level tercerahkan alias berpendidikan sarjana,” katanya.

Selain itu, mereka yang  melakukan pelanggaran hukum juga mereka ialah secara ekonomi tergolong sudah mempunyai kemampuan yang matang secara ekonomi, karena dari sisi penghasilan secara rata-rata  lebih dari cukup.

“Banyaknya  orang-orang yang masuk penjara saat ini mulai dari  pejabat struktural di pemerintahan seperti pejabat eselon paling bawah sampai pejabat level tertinggi, anggota DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi dan DPR, para bupati, gubernur, sampai level menteri serta berbagai level pengusaha,” ujar Sukri.

Kondisi ini katanya, menunjukkan bahwa kesadaran hukum bukan hanya ditentukan oleh tingkat pendidikan dan ekonomi seseorang karena kenyataan menunjukkan bahwa kepatuhan seseorang terhadap aturan hukum baik yang tertulis maupun tidak tertulis  akan sangat dipengaruhi oleh keteladan pemimpin dan lingkungan sekitarnya.

“Kondisi masyarakat walau dengan pendidikan ala kadarnya serta penghasilan yang terbatas menarik untuk dijadikan pembanding,” sebut Sukri.

Ia memberi cobtoh keberadaan masyarakat Kampung Naga  di Kabupaten Tasikmalaya, yang hidup tentram  dengan mematuhi hukum yang tidak tertulis menjadi bukti bahwa walau dengan tingkat pendidikan rata-rata hanya SD bahkan tidak tamat serta ekonomi yang sangat sederhana, mereka mampu mentaati segala aturan adat yang berlaku di masyarakat, seperti  membangun rumah yang seragam dengan atap dari ijuk,  tidak menggunakan aliran listrik,  melestarikan lingkungan sekitarnya dan lain-lain.

Ia berharap, pentingnya diberikan pemahaman kesadaran hukum bagi pemuda karena merekalah generasi pemimpin masa depan dan akan menggatikan generasi saat ini.

“Jika para pelajar  sudah dibekali kesadaran hukum maka peradaban bangsa ini dimasa depan  akan menjadi lebih baik,” pungkasnya.

(ipunk)