Kadis Kesehatan Akui Ada 30 ODP Korona di Majene

  • 19 Mar 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 2117
Gambar Kadis Kesehatan Akui Ada 30 ODP Korona di Majene

Mapos, Majene — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Rakhmat Malik mengaku, pihaknya telah melakukan pemantauan kepada 30 orang di Kabupaten Majene terkait korona.

“Di Majene kita melakukan pemantauan (ODP) kepada 30 orang dan Alhamdulillah, 4 orang diantaranya sudah selesai pemantauan. Saya harap masyarakat juga dapat memberi informasi kalau ada orang dari luar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene dalam Rapat Koordinasi Gugus Tugas Covid 19, di Ruang Rapat Wakil Bupati Majene, Kamis (19/03/2020).

Dikatakan, langkah-langkah yang telah dilakukan pihaknya dalam penanganan bencana wabah penyakit akibat virus korona 2019 berdasarkan acuan dari Kemenkes sudah dilaksanakan dengan baik. Namun, yang menjadi kendala karena Alat Pelindung Diri (APD) masih sangat terbatas.

“Karena wabah ini secara tiba-tiba dan kita tidak tahu sampai kapan. Kita memang juga perlu APD dalam memberikan layanan kesehatan termasuk masyarakat yang mendatangi fasilitas kesehatan,” katanya.

Lebih jauh dikatakan, banyak yang menghubungi pihak Dinas Kesehatan Majene untuk menyemprotkan disinfektan, namun belum bisa dilayani secara keseluruhan karena lagi-lagi bahan terbatas.

Ia juga menyinggung soal instruksi bupati Majene terkait Protap penanganan Covid-19 di tempat umum sudah maksimal dilaksanakan.

Dia berharap agar lini terdepan dalam penanganan Covid 19 seperti di Puskesmas dapat diberikan APD.

Pada kesempatan sama, Kepala RSUD Majene, Yupie Handayani mengatakan, menyikapi penularan virus korona, masyarakat terlebih dahulu harus melakukan sosial distance.

“Maksudnya, supaya memutuskan mata rantai penyebaran virus terutama saat dalam pertemuan yang melibatkan banyak orang dan tidak bisa dihindari seperti saat ini,” katanya.

Dikatakan, pihak RSUD Majene telah menyediakan call centre jika saja ada suspect corona yang perlu segera mendapat penanganan.

“RSUD juga sudah menyiapkan ambulance khusus untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) korona berikut supir dan perangkat penunjang lainnya. Tapi bukan ambumance untuk rujukan,” kata Yupie.

Ia mengaku pihaknya sudah melalukan penggeseran anggaran rumah sakit untuk APD.

“Kami menyiapkan dana untuk APD sebanyak 200 buah. Untuk diawal ini kami memesan sebanyak 50, tapi untuk mendapatkannya tidak mudah. Yang sementara on the way ke kami ada 10,” ujar Yupie Handayani.

Ia juga menyinggung, pihaknya telah menyurat ke wakil bupati Majene agar diberlakukan kebijakan meniadakan jam besuk bagi pasien di RSUD, dan hanya membiarkan pendamping pasien sebatas dua orang saja.

“Dan kita akan melakukan pemantauan kepada pendamping pasien tersebut. Jika suhu tubuhnya mencapai 37,5 derajat, maka kita tidak ijinkan masuk. Demikian juga untuk pendamping rawat jalan kalau boleh hanya satu orang saja. Begitu surat kami dan sampai sekarang belum ada jawaban. Kalau sudah mendapat respon, maka mulai hari ini kebijakan itu akan kami laksanakan,” katanya.

Hal itu dilakukan lanjut Yupie adalah semata untuk menyamakan persepsi bersama pemerintah dan masyarakat dalam memerangi korona.

(ipunk)