Ini Pengakuan Pelaku Kasus Mafia Proyek Rp750 Juta Di Sulbar

 

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Mapos. Mamuju – Kasus mafia proyek bernilai Rp750 juta di kantor Gubernur Sulawesi Barat, Sekretaris Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang melibatkan inisial IRR kini statusnya di naikkan dari penyelidikan ke penyidikan oleh Polda Sulbar.

Kasubdit III Reskrimum Jatanras Polda Sulbar, AKBP Andi Mappijaji mengemukakakn,   kini kasusnya telah di naikkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan, tidak lama lagi berkasnya akan kami serahkan ke Kejari Mamuju, katanya. Selasa (05/09/2017).

Dari pengakuan AF yang tertuang didalam BAP, IRR mengiming-imingkan proyek bernilai milyaran rupiah di daerah polewali mandar (Polman) namun harus memberikan mahar terlebih dahulu. Maharnya bernilai uang sebesar Rp750 juta sebagai tanda awal kesepakatan, tuturnya.

AF bahkan menyebutkan, pemberian itu atas dasar adanya perjanjian bahwa akan diberikan proyek bernilai milyaran rupiah namun nyatanya kesepakatan itu tidak ditepati oleh IRR sehingga AF melaporkan IRR atas dasar penipuan, tuturnya.

Lanjut disampaikan, adapun penyerahan mahar dilakukan di makassar.

Demi melancarkan aksinya, IRR membawa seseorang agar mengaku sebagai Sekretaris ULP dihadapan AF, ngakunya Andi Hilal setelah di telusuri bukan yang bersangkutan melainkan orang lain, jelasnya.

Semua laporan sudah kita rampungkan, dalam waktu dekat ini kami akan menyurat ke pihak Bank, untuk mengecek rekening IRR kemana saja aliran dana itu dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya, tutupnya.

Ditemui di Mapolda Sulbar, IRR mengakui semua perbuatannya, uang yang diterima dari AF telah habis, digunakan untuk mengurus proyek.

“Uang yang saya terima dari AF telah habis digunakan untuk mengurus proyek”,  jelas IRR.

(usman)