Ini Pengakuan Pacar Korban Bunuh Diri ke Polisi

  • 6 Apr 2019
  • Hukum
  • R Fajar Soenoe
  • 4777
Gambar Ini Pengakuan Pacar Korban Bunuh Diri ke Polisi

Mapos, Majene – Seorang pemuda bernama Dedi Suardi (23) diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri lantaran terlibat asmara dengan seorang perempuan berinisial Nir alias Ana.

Dari pengakuan Ana kepada Polisi, ia mengenal korban melalui akun Facebook dan sempat menjalin hubungan asmara selama satu bulan.

“Dugaan sementara bahwa korban gantung diri karena adanya permasalahan dengan pacarnya, sehingga korban memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” sebut Kasat Reskrim Polres Majene AKP Pandu Arief Setiawan, Sabtu (6/4/2019).

Dikatakan, antara korban dan Ana sebelumnya tidak ada permasalahan, namun malam itu korban meminta kepada Ana melalui telepon untuk ketemuan. Tapi Ana tidak mau ketemu diluar. Ia menawarkan kepada korban untuk ketemu di rumah saja karena Ana tidak bisa keluar lantaran sedang sakit.

“Korban lalu mematikan telepon. Beberapa menit kemudian korban menyampaikan kepada Ana melalui SMS dengan kalimat “Kalau mau ko cari ka besok ada ka di pohon mangga yang ada di lapangan yang pernah kita lewati di Galung. Ada ka tergantung di situ,” lalu Ana membalas SMS korban dengan kalaimat, “Jangan ki nekat, karena tidak baik begitu,” kata Pandu mengisahkan.

Dedi ditemukan tewas gantung diri di pohon mangga pada hari Sabtu 06 April 2019 sekitar pukul 09.00 Wita di Lingkunngan Galung Selatan Kelurahan Galung Kecamatan Banggae Kabupaten Majene.

Tenaga honorer Dinas Kebersihan Kabupaten Majene ini dikenal sebagai sosok yang baik dan pendiam.

Korban pertama kali di lihat oleh saksi Nursyam ketika sedang duduk di tangga rumahnya yang berjarak sekitar 30 meter.

Saat itu saksi melihat sesosok laki-laki tengah tergantung di atas pohon dalam keadaan tidak goyang-goyang.

Melihat sosok mencurigakan, Nursyam kemudian menyampaikan kepada ayahnya yaitu Sainul.

Sainul lalu mengiformasikan kejadian tersebut kepada kepala Lingkungan Galung Selatan.

Sebelum ditemukan meninggal dalam keadaan tergantung, saksi sering melihat korban menelpon di bawah pohon mangga dimana korban ditemukan gantung diri.

Sebelum ditemukan tergantung, sekitar pukul 19.00 Wita, korban sempat makan malam bersama keluarganya.

Usai makan malam, korban meminta uang kepada mamanya sebanyak Rp5 ribu untuk beli bakwan, namum pada saat itu hanya diberikan Rp3 ribu saja.

Selanjutnya korban pamit kepada orang tuanya untuk keluar. Oleh ibunya bertanya, “Mau keluar kemana ? dan korban menjawab “Pokoknya saya mau pergi,” tutur ibu korban seperti ditirukan Pandu.

Usai divisum di RSUD Majene, jenazah korban di pulangkan ke rumah orang tuanya di Galung.

(ipunk)