Ini Hasil Kunker Bupati Majene di Kecamatan Ulumanda

  • 26 Des 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 381
Gambar Ini Hasil Kunker Bupati Majene di Kecamatan Ulumanda

Mapos, Majene — Di ujung tahun 2019, Bupati Majene Fahmi Massiara melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke desa.

Salah satu desa yang dia kunjungi yaitu Desa Popenga, Dusun Urekang, Kecamatan Ulumanda.

Dalam Kunker, Fahmi Massiara melakukan pencanangan dan penanaman perdana bibit bawang putih dan sekaligus penyerahan bantuan bibit ikan air rawar.

“Acara dipusatkan di Dusun Urekang, Desa Popenga, Kecamatan Ulumanda dan dirangkaikan peringatan
Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 H Rabu, 25 Desember 2019,” ungkap Kasubag Protokoler Sekretariat Pemkab Majene, Sufyan Ilbas.

Menurut Sufyan,walau sudah pernah mengalami insiden kecelakaan mobil terbaik beberapa bulan lalu, namun tidak menyurutkan keinginan Bupati Majene untuk tetap mengunjungi warganya yang paling ujung dari Kabupaten Majene di Kecamatan Ulumanda.

“Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 3 jam dari Salutambung menuju Urekang (Pulang – Pergi 6 jam), dengan menggunakan 4 unit mobil hardtop. Kondisi jalan cukup menantang dan menguji adrenaline rombongan,” sebut Sufyan.

Kepala Desa Popenga, Muslimin berucap, kehadiran rombongan Fahmi Massiara
adalah sesuatu hal yg istimewa bagi warga setempat.

“Ini adalah berkah buat kami, karena kunjungan sebenarnya Bupati Majene adalah dalam rangka kunjungan kerja penanaman bawang putih dan penyerahan bantuan bibit ikan air tawar,” kata Muslimin.

Ia mengaku, tahun ini banyak program pemerintah yang masuk, mulai dari air bersih, MCK, irigasi dan lain-lain.

“Kami berharap, walau kami berada diketinggian dan jauh dari ibu kota kabupaten, namun bukan berarti kami ingin tertinggal dari desa lainnya, ini terbukti dengan masuknya listrik kedaerah kami, dan sangat membantu masyarakat kami disini,” ucap Muslimin.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Majene, Burhan melaporkan, berkaitan dengan bawang putih yang dialokasikan di Desa Tandeallo, Popenga dan Ulumanda, merupakan usulan langsung Bupati Majene guna pengembangan hotikultura.

“Syarat tumbuh bawang putih yang bagus adalah 800 meter dari permukaan laut. Hanya di Desa Popenga, Ulumanda dan Tadeallo yang tepat untuk ditanami bawang putih,” ungkap Burhan.

Dengan luas areal 175 Ha yang tersedia di 3 desa ini dapat ditanami bawang putih.

“Suatu hal yang sangat besar dan luas bagi para petani di Kecamatan Ulumanda. Saya berharap jangan mendengarkan para provokator yang mengatakan bahwa tidak akan ada yang beli hasil panen bawang putih itu nanti, justru harga bawang putih dewasa ini semakin melambung tinggi,” kata Burhan memotivasi petani.

Pada tempat sama, Bupati Majene, Fahmi Massiara mengatakan, kedatangan bersama rombongan dimaksudkan untuk melihat secara langsung pola perkembangan penanaman bawang putih.

“Karena untuk menurunkan program ini melalui pusat lewat Kementerian Pertanian sangat besar urusannya. Dan konsekwensinya, bila program tanaman bawang putih kita gagal, maka akan sulit kita mendapatkan bantuan seperti ini lagi,” ucap Fahmi.

“Kenapa bawang putih saya fokuskan bawa kesini, karena memang disinilah area yang sangat tepat untuk ditanami. Dan juga sebagai wujud perhatian pemerintah kabupaten Majene kepada masyarakat di Kecamatan Ulumanda. Selain itu, juga untuk meningkatkan taraf hidup semua warga yang ada di Ulumanda, khususnya yang bermukim di 3 desa tempat penanaman bawang putih ini,” imbuhnya.

Ia membeberkan pengurusan program bawang putih di Kementerian Pertanian hanya ditanggapi sebesar 5 Ha saja, tapi Ia menolak karena dia pikir bahwa bantuan itu sangat kecil.

“Setelah melalui perjuangan cukup panjang sehingga bantuan ditambah menjadi 78 ton dengan luas tanam 175 hektar. Ini bantuan terbesar di Sulbar,” urainya.

Dia berharap kepada para petani supaya tanaman tanaman bawang putih dipelihara dan dirawat dangan baik.

“Karena bukan hanya bibit yang diberikan namun juga pupuk kami berikan secara cuma cuma, para petani atau kelompok tani hanya menyiapkan lahan saja untuk ditanami, selanjutnya para penyuluh pertanian lah yang akan selalu mengontrol kondisi tanaman bawang putih petani,” tuturnya.

Ia juga menyinggung soal infrastruktur jalan di Kecamatan Ulumanda yang tidak bisa mendapat perhatian penuh dari Pemkab Majene karena kewewenangannya adalah dari Pemerintah Provinsi Sulbar.

“Kami sadari, bahwa jalanan yang baik adalah sumber perekonomian yang baik pula, semua akan bisa teratasi bila jalanan baik,” katanya seraya menambahkan masyarakat desa setempat patut bersyukur karena aliran listrik sudah masuk dan pada tahun 2020 sudah bisa dimanfaatkan.

(ipunk)