Ini Alasan Pemerintah Membuat Kebijakan Larangan Mudik

0
135

Mapos, Majene — Tidak dipungkiri bahwa tren penularan Covid-19 dua bulan terakhir di Indonesia cukup melandai yang sebelumnya yakni di medio akhir 2020 cukup naik.

“Namun ada penambahan kasus aktif Covid-19 hingga 40 persen belakangan terjadi. Berdasarkan hasil kajian, ini disebabkan oleh adanya aktivitas masyarakat seperti pulang kampung sebelum ramadan dan kegiatan keagamaan lain,” ungkap Kepala BNPB Pusat, Doni Monardo saat Webinar bersama 3.030 wartawan se Indonesia dalam Program Fellowship Jurnalisme Ubahlaku, Senin (10/5/2021).

Atas dasar itulah sehingga dia minta supaya masyarakat bersabar atas pelarangan Mudik yang dibuat secara bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Karena tanpa sabar dan kesadaran masyarakat, maka kita tidak dapat menekan penyebaran Covid-19,” tegas Doni.

Dikatakan, dirinya tidak ingin kasus di India turut terjadi di Indonesia lantaran kurangnya disiplin dalam pengetatan protokol kesehatan.

“Harus ada kesadaran bersama untuk menekan penyebaran Covid-19. Ditegakkan sanksipun belum tentu berdampak jika tidak dibarengi niat dari masyarakat itu sendiri,” ucap Doni.

Ia mengaku, untuk saat ini ada sekitar 7 persen masyarakat Indonesia yang ingin mudik padahal justru potensi penularan Covid-19 itu bermula dari sana.

“Bersbarlah. Kasihan keluarga di kampung jika kita membawakan wabah penyakit yang hingga kini belum ada obatnya. Efikasi vaksin belum ada di atas 60 persen sehingga kita masih perlu tetap gunakan prokes dan disiplin secara bersama,” pungkasnya.

(fjr/)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.