Hidayatullah Sulbar Gelar Rakerwil IV

  • 26 Des 2018
  • Mamuju
  • Herman Mochtar
  • 92
Gambar Hidayatullah Sulbar Gelar Rakerwil IV

Mapos, BERANGKAT dari lagu Indonesia raya, bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk INDONESIA RAYA. ini adalah filosofi dasar yang diletakkan oleh founding father bangsa ini.

Bangsa Indonesia harus kembalikan pada mainstream awal berdirinya bangsa ini. Bahwa negara dan bangsa ini berdiri lahir dari kesadaran religius, yang menjiwai kesadaran berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu, tidak boleh ada da’i Hidayatullah yang membenturkan antara negara dan agama. Sebab jiwa Pancasila justeru seluruhnya adalah ajaran agama. Demikian kata ustadz Drs. Tasrif Amin, M.Pd. dalam sambutannya pada pembukaan Rakerwil IV Hidayatullah Sulawesi Barat, Rabu (26/12/2018).

“Harapan saya adalah bagaimana agar program kerja yang akan dirumuskan dalam rapat kerja ini adalah program dakwah yang dapat disinergikan dengan program pemerintah. Termasuk pemerintah kabupaten dan provinsi,” katanya.

Mengutip potongan tausyiah bapak Kapolda Sulawesi Barat, bahwa menjadi da’i adalah tugas utama sebagai hamba Allah SWT. Maka dakwah ini adalah proses menjadi da’i untuk mendapatkan ladang pahala yang terus menerus mengalir.

Ada dua kata mainstream yang dipakai di Hidayatullah. Yaitu kata dakwah dan Tarbiyah.  Kedua kata ini selamanya menjadi basis dan ruh pergerakan Hidayatullah.

Yang pertama kata dakwah, bahwa itu merupakan pekerjaan utama dan tidak ada pensiunan da’i. Itu selamanya.

Kata kedua adalah tarbiyah. Tarbiyah adalah proses pendidikan, yaitu proses membangun generasi untuk memperbanyak kader dakwah. Karena itu, dimanapun para kader dakwah berdiam, maka tugas kedua selain berdakwah adalah membangun pondok pesantren.

Sebab ini menjadi asbab turunnya berkah seperti isyarat Allah SWT dalam Al-Qur’an. Seandainya penduduk sebuah kawasan (Qura) beriman dan bertaqwa, maka Allah SWT akan turunkan berkah dari langit dan dari bawah bumi… (QS. Al A’raf, ayat 96).

Kegiatan Rakerwil Hidayatullah ke IV dilaksanakan di aula lantai III kantor Gubernur Sulawesi Barat.  Dibuka oleh  asisten 1 Drs. M. Natsir, M.Si mewakili Gubernur Sulawesi Barat. Turut pula hadir Dirlantas mewakili Kapolda Sulawesi Barat serta sejumlah tokoh dan para da’i Hidayatullah se Sulawesi Barat.

(netizen)