Hajrul Malik: Pembelajaran Tatap Muka Hendaknya Tidak Diberlakukan pada Semua Wilayah

0
797
Ketua Dewan Pendidikan Mamuju, Hajrul Malik, saat memberikan pendapat dalam rapat Forkopinda Mamuju terkait rencana pelaksanaan sekolah dengan model tatap muka

Mapos, Mamuju – Ketua Dewan Pendidikan Mamuju Hajrul Malik, mengungkapkan, kondisi pembelajaran via daring tidak efektif. Dia menjelaskan, serangan pandemi Covid-19 sudah sangat menghawatirkan, sehingga pelaksanaan proses belajar mengajar dengan tatap muka tetap harus melalui kajian dan analisa yang matang.

“Meski harus dilakukan pembelajaran tatap muka hendaknya tidak diberlakukan pada semua wilayah utamanya yang berada di zona merah seperti Kecamatan Mamuju, Simboro dan Kalukku,” papar Hajrul Malik dalam pertemuan Forkopida Mamuju yangmembahas tentang persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka tahun 2021 di Kantor Bupati Mamuju, Rabu (23/12/2020).

Senada dengan Hajrul, Dandim 1418 Mamuju Letkol. Inf. Tri Aji Sartono juga menyarankan agar dilakukan pemetaan yang lebih konprehensif terkait fakta. Dipadukan pada kondisi resiko penularan covid-19 dan disajikan dalam bentuk tertulis oleh dinas terkait.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan kepada pimpinan daerah untuk mengeluarkan kebijakan dan keputusan yang tetap,” Katanya.

Surat keputusan bersama (SKB) empat menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020-2021 dimasa pandemi Covid-19, membuka ruang pelaksanaan sekolah dengan model tatap muka kembali dilakukan. Namun demikian, sebagaimana diatur dalam SKB tersebut, pembelajaran tatap muka hanya dapat dilakukan di sekolah yang telah terzonasi berada di wilayah hijau atau belum terpapar covid-19. Dan harus melalui izin pemerintah daerah setempat bersama satgas Covid-19.

Menyikapi hal itu, jajaran Forkopimda Mamuju difasilitasi oleh Ddinas Pendidikannya menggelar pertemuan untuk membicarakan kesiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di tahun 2021. Dengan menghadirkan sejumlah pihak terkait seperti perwakilan Satgas Covid-19 daerah, Dewan Pendidikan Kabupaten Mamuju, Kementerian agama serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Mamuju Hj. Murniani, mengatakan, 90 persen sekolah-sekolah sudah 90 persen siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. Dia pun mengakui bahwa hasil analisa dan pemantauan selama ini, pembelajaran via daring atau jarak jauh sangat tidak efektif. Utamanya dibeberapa wilayah kecamatan yang belum memiliki akses jaringan internet yang memadai.

“Namun demikian keputusan kembali membuka sekolah untuk melakukan proses tatap muka akan tetap mengacu pada kebijakan pimpinan daerah melalui pertimbangan pihak-pihak terkait. khususnya dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan menyangkut penanganan resiko penularan pandemi covid-19,” ungkapnya.

Bupati Mamuju Habsi Wahid yang memimpin pertemuan, menyampaikan persetujuannya untuk membuka sekolah dengan metode pembelajaran tatap muka dibeberapa wilayah yang masuk dalam zona hijau pandemi Covid-19. Dan diprioritaskan untuk wilayah yang tidak memiliki jaringan internet.

“Sedangkan sekolah yang masuk zona pandemi, tidak melakukan aktifitas tatap muka, demi menghindari resiko penularan pandemi Covid-19,” Jelasnya.

Sebelumnya ia juga meminta agar Dinas Pendidikan segera melakukan analisa dan pemetaan wilayah yang rentan dan layak melakukan proses pembelajaran tatap muka dengan berkoordinasi bersama Satgas Covid-19 daerah.

Berikut zonasi Pandemi Covid-19 di Kabupaten Mamuju:

  1. Kecamatan Mamuju zona merah
  2. Kecamatan Tapalang Barat zona hijau
  3. Kecamatan Tapalang zona merah
  4. Kecamatan Simboro zona Merah
  5. Kecamatan Kalukku zona Merah
  6. Kecamatan Papalang zona hijau
  7. Kecamatan Tommo zona merah
  8. Kecamatan Bonehau zona Hijau
  9. Kecamatan Kalumpang zona kuning
  10. Kecamatan Sampaga zona kuning
  11. Kecamatan Balabalakang zona hijau

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.