Hadapi Covid 19, Stok Pangan Majene Tersedia Hingga Agustus 2020

  • 23 Mar 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 435
Gambar Hadapi Covid 19, Stok Pangan Majene Tersedia Hingga Agustus 2020

Mapos, Majene — Menghadapi pandemi wabah virus korona, Pemerintah Kabupaten Majene langsung melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Rapat Wakil Bupati Majene, Senin (23/02/2020).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lukman Nurman menyebut, masalah Covid 19 akan berdampak pada perekonomian masyarakat sehingga perlu dilakukan koordinasi antar semua instansi teknis terutama membicarakan soal ketersediaan pangan dalam menghadapi kemungkinan krisis.

“Terutama ketersediaan 9 bahan pokok. Buah pikiran dari selurh OPD teknis sangat diharapkan, semoga kebutuhan kabupaten bisa terjaga dan stabil sampai wabah korona usai,” tegas Lukman Nurman.

Menanggapi hal itu, Kepala Gudang Bulog Majene Mahmuddin Rais Ayuba menjelaskan, stok beras di Kantor Cabang Bulog Polman sebanyak 1.325 ton.

“Artinya, ketersediaan beras di Majene dapat bertahan selama 3 bulan kedepan. Insyaallah bisa sampai Mei pada panen di daerah Polewali dan sekitarnya. Stok beras kemasan 3,765 ton, minyak 6.600 liter, teirgu 2.220 kg dan daging 800 kg. Sedangkan gula di Kantor Cabang Polewali kosong. Pimpinan lagi berusaha koordinasi ke Makassar,” ungkap Mahmuddin.

Sementara pada tempat sama, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Majene Burhan menyebut, Maret dan awal April ada panen padi sawah seluas 55 ha dengan prediksi hasil 348 ton.

“Di awal April panen 235 ha dengan prediksi hasil 1.466 ton. Jagung 255 ha dengan prediksi hasil 4.950 ton. April 549 ha dengan hasil 5.156 ton.
Insyaallah, hingga Agustus 2020 stok pangan aman,” tegas Burhan.

Ia mengurai, stok minyak Mandar cukup untuk Majene, yang diproduksi harian dari Galung dan Tulu. Produksi kelapa perhari 140 ribu buah, sebagaian dijadikan kopra sebagian lagi jadi minyak.

“Antisipasi, Majene aman soal pangan. Akhir Maret, petani sudah bisa turun panen padi ladang. Jadi, tidak perlu khawatir karena kita aman hingga Agustus 2020,” katanya.

(ipunk)