Mapos, Mamuju – Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, menagih dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp10 miliar, seperti yang dijanjikan Pemprov Sulbar, untuk pembangunan infrastruktur Porprov 2022.
Menurut Sutinah, sejak awal hingga saat ini Pemkab Mamuju, siap untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Porprov ke-4.
“Kesepakatan kami dengan pak Gubernur diakhir tahun kemarin, itu beliau bersedia membantu melalui dana BKK sebesar Rp10 miliar,” ungkapnya saat dikonfirmasi di Kantornya, Selasa (12/04/2022).
Sutinah menambahkan, Pemprov juga meminta Pemkab Mamuju agar ikut mensupport dana. Sehingga disiapkanlah anggaran sebesar Rp5 miliar.
“Karena yang kita butuhkan, totalnya Rp15 miliar untuk infrastruktur. Sehingga, dibahaslah di pemerintah provinsi dan dijanjikan akan diturunkan dana BKK Rp10 miliar,” ungkapnya.
Namun hingga saat ini dana tersebut tak kunjung dikucurkan. Sehingga menimbulkan kendala, lantaran Pemprov meminta Pemkab Mamuju, untuk melakukan proses lelang proyek pembangunan, sembari menunggu dana BKK.
“Kami tidak bisa melelang, karena ini satu kesatuan perencanaannya yang Rp15 miliar itu.
Bagaimana kami bisa melelang, kalau dana BKK belum pasti turunnya?” tandas Sutinah.
Mantan Kadis Perdagangan Kabupaten Mamuju itu, juga membeberkan bahwa pihaknya juga telah intens berkoordinasi dengan Pemprov. Dalam hal ini Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar.
“Dinas terkait juga, dalam hal ini PUPR telah berkoordinasi dengan teman-teman di provinsi, namun hingga kini belum ada hasil,” bebernya.
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa seluruh persiapan dan kelengkapan teknis termasuk data-data yang diminta oleh Pemprov Sulbar, juga telah disiapkan.
“Pemprov selalu mengatakan Pemkab Mamuju tidak serius, belum ada infrastruktur yang dibangun. Yang saya tanyakan, mana dana Rp10 miliar yang dijanjikan? Kenapa belum turun? Apa kendalanya?” tutup Sutinah.
(*)






