Firman : Tergesa-Gesa ABM Agendakan ke Dubai, Iming Wijaya : Terlalu Berlebihan

Gambar Firman : Tergesa-Gesa ABM Agendakan ke Dubai, Iming Wijaya : Terlalu Berlebihan Firman Argo Waskito dan Iming WIjaya

Mapos, Mamuju – Rencana jalan-jalan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, dan sejumlah Kepala Dinas lingkup Pemprov Sulbar yang dibungkus dalam kegiatan untuk memenuhi undangan salah satu perusahaan holding di Dubai mendapat sorotan. Kegiatan itu dinilai tidak pas dengan permasalahan yang dihadapi rakyat Sulbar.

Legislator Sulbar Firman Argo Waskito, menuturkan, rombongan pejabat Sulbar itu akan memenuhi undangan sebuah ARJ Holding LLC, perusahaan yang berpusat di UEA. Perusahaan ini berekspansi ke beberapa negara di dunia dan berusaha mengundang Pemprov Sulbar untuk mempresentasikan hasil bumi, potensi pariwisata air bersih, transportasi dan kelistrikan.

“Konteksnya seperti apa, inilah yang harus dijelaskan ke kami. Sudah siapkah kita? Karena calon investor kelasnya mendunia, sementara tataran relationship kita masih regional dan belum teruji di kancah internasional. Penjajagannya harus matang, integratif dan koordinatif dengan beberapa kementerian terkait,” katanya, Rabu (13/02/2019).

“Saya menangkapnya, terkesan Pemprov tergesa-gesa memutuskan kesana. Kalau memang sudah terjadwal, maka sepulangnya dari perjalanan ke Dubai, kita akan panggil melalui rapat pimpinan diperluas agar tidak mubazir penggunaan anggarannya ditengah-tengah konsentrasi kita yang prihatin dengan minimnya alokasi anggaran infrastruktur. Termasuk sebarannya yang belum merata,” imbuh Firman.

Sementara praktisi ekonomi Mamuju, Iming Wijaya, mempertanyakan perjalanan ke Dubai itu bagi Sulbar. Menurutnya, Dubai itu negara maju dan tidak ada yang bisa dikerjasamakan dengan Sulbar. Sehingga tidak ada manfaatnya untuk Sulbar.

“Saya pernah berkunjung ke Dubai. Menurut saya, yang kurang pendidikan ini, tidak ada yang bisa dikerjasamakan antara Dubai dengan Sulbar. Terlalu jauh perbedaannya, terlalu berlebihan,” kata mantan anggota DPRD Mamuju periode tahun 2001 an lalu ini.

Dilanjutkan, lebih elok kalau pada kadis itu kadis jalan-jalan ke China Vietnam atau Thailand. Sebab negara ini basisnya pertanian dan holtikultura.

“Banyak yang bisa dikerjasamakan dan bisa dipelajari cara-cara mereka bertani. Kalau Dubai, sekedar jalan-jalan dan belanja bolehlah. Mumpung dana APBD banyak yang bisa dibelanjakan,” kuncinya.

(*)

Baca Juga