Festival Pangan Lokal Digelar di Tengah Pandemi, Ini Kata Bupati Majene

0
60

Mapos, Majene — Walaupun saat ini kita menghadapi situasi pandemi Covid-19, namun kegiatan ekonomi harus tetap berjalan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan 3 M.

“Dan salah satu yang harus dilakukan adalah memberikan kelonggaran bagi usaha kecil seperti penjual pangan lokal yang mayoritas pelakunya adalah dari golongan masyarakat ekonomi lemah,” ucap Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele (AST) pada Festival Pangan Lokal Sulawesi Barat dan Expo Diversifikasi Pangan di Pelataran Boyang Assamalewuang Mandar Majene, Jum’at (2/7/2021).

AST menyebut, dengan mengonsumsi aneka ragam pangan merupakan salah satu upaya yang terus dilakukan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul yaitu melalui perbaikan pola konsumsi pangan masyarakat menjadi lebih beragam, baik untuk jenis pangan sumber karbohidrat, protein juga menjadi sumber vitamin dan mineral.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Kebutuhan pangan sebagai kebutuhan dasar manusia harus terus diperjuangkan agar masyarakat tidak kelaparan dan kekurangan gizi. Salah satu upaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas antara lain adalah pengembangan diversifikasi pangan dengan tetap mengutamakan sumber daya pangan lokal,” terang AST.

Sejalan dengan hal tersebut diharapkan lewat vestival pangan lokal akan menambah khasanah pengetahuan masyarakat Sulawesi Barat untuk pemenuhan pangan lokal dan pemenuhan gizi masyarakat.

Bupati AST juga berharap kepada seluruh Pimpinan Perangkat Daerah dan pihak terkait dengan pengelolaan pangan, agar senantiasa melakukan upaya maksimal untuk tetap dapat menjaga mantapnya ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Majene dan Sulbar pada umumnya.

Sementara laporan Ketua Pelaksana,  Muhammad, S. Kep, M. Kep yang dilanjutkan oleh Kepala Dinas Ketapang Sulbar, Muchtar, SP, tujuan dari kegiatan itu antara lain meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pangan lokal sumber karbohidrat non beras; meningkatkan akses pangan lokal sumber karbohidrat dan olahannya; mendukung berkembangnya skala usaha mikro dengan pangan lokal.

Sedangkan sasaran kegiatan kegiatan ditujukan bagi para pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum lainnya serta aktifis pengelolaan pangan.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.