Fahmi Massiara Imbau Agar Anak-anak Nelayan Majene Tidak Putus Sekolah

  • 5 Jan 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 514
Gambar Fahmi Massiara Imbau Agar Anak-anak Nelayan Majene Tidak Putus Sekolah

Mapos, Majene — Bupati Majene, Fahmi Massiara mengaku bahwa ada beberapa anak-anak nelayan Majene saat ini putus sekolah lantaran sudah bisa menghasilkan uang dengan jalan sebagai “Pandoro” atau menerima pemberian ikan secara gratis dari para nelayan yang pulang melaut.

“Ini biasanya terjadi di daerah pesisir pantai yang dominan mata pencahariannya adalah nelayan. Sedangkan program pemerintah mengharapkan tidak lagi ada anak usia sekolah yang putus sekolah. Yang sangat berperan disini adalah para orang tua, supaya jangan meluaskan anak-anaknya sampai tidak sekolah,” terang Bupati Majene Fahmi Massiara, saat menghadiri Pesta Nelayan di Lingkungan Tanangan Kelurahan Baru Kecamatan Banggae, Minggu (05/01/2020).

Menurut Fahmi, anak-anak nayan juga merupakan generasi pelanjut masa depan bangsa.

“Bila memang ada keinginan untuk menggeluti profesi nelayan, dapat melanjutkan sekolahnya ke SMK Kelautan Majene. Disekolah ini akan dididik menjadi tenaga kerja dibidang kalutan yang profesional,” sebut Fahmi Massiara.

Dia mengaku bahwa, banyak warga Tanangan yang berprofesi sebagai nelayan.

“Mereka mencari nafkah keluar dari perairan Majene. Itu karena SDM Nelayan kita memang sangat mumpuni,” aku Fahmi.

Ia juga berharap supaya disetiap perkampungan nelayan ada berdiri Koperasi Nelayan.

“Agar para warga nelayan yang ada tidak tergantung pada rentenir, yang tentu sangat memberatkan. Kalau ada koperasi akan sangat membantu, karena bunga yang diberikan terbilang sedikit,” kata Fahmi.

Lebih jauh katanya, oleh perusahaan Migas PT Mubadalah telah memberikan bantuan rumpon bagi para nelayan.

Bupati Fahmi juga menyayangkan soal kebijakan pemerintah yang membatasi bantuan mesin kapal nelayan hanya 5 GT kebawah untuk kabupaten dan 5 hingga 15 GT untuk kewenangan pemerintah provinsi.

“Masalah perikanan tangkap juga dibatasi ruang gerak kita di kabupaten. Kewenangan kabupaten adalah budidaya ikan laut dan ikan air tawar. Bila budidaya ikan laut ini kita geluti dengan serius, maka akan sangat memberikan hasil yang luar biasa, karena dalam pengembangannya dibuat penangkaran tersendiri, bisa dibuat dengan luas satu hektar di laut dengan kedalaman sekitar 30 meter hingga 40 meter, dimana bibit ikannya sengaja didatangkan dengan pengawasan dari tenaga ahli. Bila penangkaran ikan laut ini dapat dikerjakan di daerah kita, saya yakin akan banyak nelayan kita dapat turut serta bekerja seperti itu,” pungkas Fahmi Massiara.

(ipunk)