Fahmi Massiara : Angka Stunting di Sulbar Urutan Kedua se Indonesia

  • 11 Jul 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 146
Gambar Fahmi Massiara : Angka Stunting di Sulbar Urutan Kedua se Indonesia

Mapos, Majene — Diketahui saat ini Provinsi Sulawesi Barat berada pada kondisi akut kronis dengan prevalensi stunting di atas 20 persen yaitu sebesar 40,1 persen dan menduduki peringkat kedua tertinggi stanting di Indonesia setelah provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Kabupaten Majene sendiri memiliki angka prevalensi stunting tertinggi di Provinsi Sulawesi Barat. Selaku Pemerintah Kabupaten Majene saya memberikan apresiasi yang besar terhadap kegiatan ini,” kata Bupati Majene Fahmi Massiara dalam Rapat Teknis Penyusunan dan Pembahasan Draft Peraturan Bupati Majene tentang Peran Desa – Implementasi Aksi 4 Konvergensi Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Majene Tahun 2019) di
Ruang Rapat Wakil Bupati Majene, Kamis (11/7/2019).

Jika kondisi ini tidak segera diatasi kata Fahmi, maka akan dapat mempengaruhi kinerja pembangunan yang menyangkut kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Konferensi penanggulangan stunting menjadi tanggung jawab kita bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga hingga di tingkat keluarga, karena stunting dalam jangka panjang berdampak buruk, tidak hanya terhadap tumbuh kembang anak, tetapi juga terhadap perkembangan emosi, yang berakibat pada kerugian ekonomi. Mulai dari perkembngan emosi yang baik selama 1.000 hari pertama kehidupan anak hingga menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat,” urai Fahmi panjang.

Saat ini pihaknua telah melalui beberapa tahapan aksi konvergensi di tingkat kabupaten dimulai dari analisis situasi, hingga pada pelaksanaan rembuk stunting pada bulan kemarin.

“Saya harap semangat ini tidak pernah kendor dan terus bersama menjadi motor dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Majene demi sebuah itikad baik yaitu menyelamatkan generasi kita dari keterbelakangan dan kekurangan gizi,” ucap Fahmi Massiara.

Kegiatan rapat teknis pembahasan draft peraturan Bupati Majene tentang peran desa tingkat Kabupaten Majene pada hari ini dia harapkan dapat menjadi solusi bagi pemerintah di level desa untuk turut serta memberikan peran dan sumbangsih penganggaran melalui dana desa dan ADD dalam mendukung penurunan prevalensi stunting di kabupaten.

“Saya juga berharap kedepan akan terus bermunculan perencanaan kegiatan pada OPD dan desa yang sifatnya inspiratif, replikatif dan inovatif yang dapat tercipta sehingga menjadi sebuah kolaborasi secara efektif dan berkesinambungan menjadi sebuah gerakan konvergensi yang sempurna,” harap Fahmi.

Diakui, saat ini pihaknya sudah berada pada tahap ke 4 dari 8 tahapan aksi percepatan penanganan stunting di Majene.

“Yang utama saat ini adalah tersosialisasinya stunting disemua lini. Tahapan-tahapan ini dapat berjalan dengan baik supaya dapat dievaluasi setiap selesai tahapannya,” pungkas Fahmi Massiara.

(ipunk)