Dua Orang Tenaga Kontrak Ini Dipecat Camat Kalukku, Masalahnya Sangat Remeh

Gambar Dua Orang Tenaga Kontrak Ini Dipecat Camat Kalukku, Masalahnya Sangat Remeh

Mapos, Mamuju – Dua orang tenaga kontrak di kantor Kecamatan Kalukku dipecat, tepat setelah makan malam bersama saat Idul Adha di rumah Suhardi Duka (SDK). Padajal keduanya sudah mengabdi sejak 2008 dan masalahnya pun sangat sepele.

“Saya dengan pak Suhardi Duka masih keluarga, wajarlah saya silaturahmi. Dan saya tidak menyangka akan dipecat,” kata salah seorang tenaga kontrak H, saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Kamis (20/08/2020).

Dia pun mengaku ada beberapa keluarganya yang lain ikut makan malam. Ada juga yang berfoto.

“Saya biasa-biasa saja, tidak mempermasalahkan kalau gambar itu di posting di facebook. Ternyata, belakangan jadi masalah. Padahal saat itu sama sekali tidak ada obrolan yang menyinggung soal Pilkada,” katanya.

Dilansir dari tagar.id, H mengungkapkan bahwa pada hari Senin tanggal 10 Agustus 2020, dia bergegas menuju kantor Kecamatan Kalukku untuk melakukan aktivitas rutin sebagai tenaga kontrak.

“Setibanya saya di kantor Kecamatan Kalukku, saya langsung masuk ruangan. Tapi dicegat pak Camat. Saya dilarang masuk kantor karena postingan makan malam bersama dirumah Suhardi Duka beredar di facebook. Pak Camat bilang bahwa saya tidak difungsikan lagi di kantor Kecamatan Kalukku dan dipecat. Nama saya di daftar kehadiran juga sudah dicoret,” paparnya.

Camat Kalukku, Hardu, membenarkan pemecatan terhadap dua orang tenaga kontraknya.

“Saya memecat karena mereka telah melakukan keberpihakan kepada salah satu bakal calon Bupati Mamuju. Meeeka juga malas masuk kantor,” Hardu.

Sementara Kepala Bidang Pengakatan Pemberhentian dan Informasi Pegawai BKPP/BKD Kabupaten Mamuju Muhammad Yusuf, saat dikonfirmasi tidak membenarkan adanyapemecatan tenaga kontrak tersebut.

Menurutnya, pemberhentian tenaga kontrak adalah kewenangan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Daerah,:

“Tidak ada kewenangan Camat untuk memberhentikan tenaga kontrak,” kata Yusuf.

Hingga saat ini BKPP belum menerima usulan secara tertulis apalagi menerbitkan SK pemberhentian kedua tenaga kontrak itu. Yusuf mengaku sudah mengkonfirmasi langsung ke Kepala Kantor Kecamatan Kalukku, Hardu, namun menurutnya bukan pemecatan tapi sebatas teguran.

Selaku pemerintah, Yusuf, juga menyayangkan sikap oknum pejabat jika melakukan tindakan yang dianggap sepihak dalam memberhentikan tenaga kontrak.

“Semestinya teman-teman pejabat itu berpihak ke teman teman tenaga kontrak,” tutupnya.

(*)

Baca Juga