DKP PWI Sulbar, Pahami Isu, dengan Banyak Membaca

Gambar DKP PWI Sulbar, Pahami Isu, dengan Banyak Membaca

Mapos, Mamuju – Dewan Kehormatan PWI Sulawesi Barat Sulaiman Rahman menyebutkan berita hoax itu tidak ada, yang ada adalah informasi hoax.

Sulaiman menjelaskan, wartawan tidak dituntut untuk menjadikan narasumber dari media sosial seperti facebook, whatsapp, twiter untuk dijadikan berita apalagi media sosial tidak dapat menjadi sumber berita karena tidak dapat dipastikan kebenarannya.

“Media sosial tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, jadi tidak bisa dijadikan narasumber atau sumber berita,” ujar Sulaiman saat acara pelatihan wartawan yang diselenggarakan oleh BI Sulbar bekerjasama dengan PWI dan AJI Kota Mandar di hotel d’Maleo, Kamis (26/4/2018).

Sulaiman mengatakan berita bohong atau “hoax” tidak hanya dalam tulisan, tetapi juga dalam bentuk gambar yang tidak sesuai dengan peristiwa aslinya.

Menurut dia, orang yang paling gampang terpengaruh berita bohong kebanyakan orang yang kurang membaca sehingga tidak mempunyai pembanding benar atau salahnya suatu informasi.

“Mengantisipasi `hoax` itu banyak membaca. Literasi sekarang bisa diakses dimana saja,” kata Sulaiman.

Peristiwa itu, kata Sulaiman, membuat orang menjadi lebih melek media sosial.

Ia mengakui PWI Sulbar masih memiliki banyak pekerjaan rumah, seperti melakukan pelatihan, UKW khususnya di daerah agar kinerja wartawan menjadi lebih baik.

Media diharapkan menjalankan perannya dalam menangkal konten negatif dan penyebaran hoax di dunia maya, menjaga independensinya serta memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Apalagi kini media merupakan media yang paling banyak menyentuh lapisan masyarakat.

(fitri)

Baca Juga