Disebut Visi Misi AIM-Natsir Hanya Berisi Daftar Penghargaan, PKB Protes

Gambar Disebut Visi Misi AIM-Natsir Hanya Berisi Daftar Penghargaan, PKB Protes

Mapos, Polewali – DPC PKB Polman menyatakan keberatannya atas jalannya debat Pilkada Polman putaran terakhir yang dilaksanaan KPU Polman, kemarin. Komplain dari partai pengusung pasangan calon nomor urut 2, Andi Ibrahim Masdar-Muhammad Natsir Rahmat itu dipicu oleh salah satu pertanyaan dari tim Panelis yang dibacakan Yundini Husni Djamaluddin, moderator debat.

Semua bermula saat Yundini bertanya ke pasangan calon nomor urut 2 tentang substansi visi misi dari pasangan incumbent itu. Saat membacakan pertanyaan dari tim panelis, Yundini menyebut, isi dari visi misi Andi Ibrahim Masdar-Muhammad Natsir Rahmat hanya memuat daftar penghargaan dan minim rencana program kerja.

“Ini menegaskan bahwa paslon ini tidak punya beban, hanya menerapkan kelanjutan dari program sebelumnya. Kalau itu kelanjutan, perlu juga menjelaskan perbedaan dan penekanan dari periode selanjutnya ?,” tanya Yundini.

Ketua DPC PKB Polman, Amuriddin menyebut, pertanyaan tersebut tidak pantas dilontarkan di forum debat. Menurutnya, dalam visi misi dari ‘jagoannya’ itu sesungguhnya telah memuat substansi dari rencana kerja dan program yang akan dilakukan oleh Andi Ibrahim-Muhammad Natsir Rahmat jika terpilih kembali di Pilkada Polman.

“Katanya, tidak ada rencana kerja dalam visi misi. Sebenarnya itu sudah tertuang di dalamnya. Makanya kami mau komplain ini. Nanti akan kita bicarakan soal itu, yang pasti kita komplain,” tutur Amiruddin, Rabu (20/06/2018).

Ketua KPU Polman M Danial mengaku, tidak bisa memberikan penjelasan utuh jika yang jadi persoalannya adalah materi pertanyaan. Sebab menurutnya, semua pertanyaan dalam debat tersebut merupakan hasil rumusan dari tim Panelis.

“Pertanyaan-pertanyaan itu disusun dan diramu oleh tim panelis. Tadi semua undangan di sini meyaksikan bahwa pertanyaan itu diserahkan dalam keadaan tersegel oleh panelis kepada KPU, kemudian KPU menyerahkan kepada moderator,” jelas Danial di hadapan sejumlah wartawan.

“Jadi kami tidak tahu. Kalau toh memang ada yang keberatan, nanti kita akan berikan respon setelah kita berkoordinasi lebih lanjut,” katanya.

Ia juga meminta agar semua pihak tidak begitu terbawa perasaan dalam menaggapi setiap dinamika yang terjadi jelang Pemilukada Polman, termasuk dalam pelaksanaan debat putaran terakhir tersebut.

“Yah nanti kita lihat. Apakah yang disampaikan itu memang benar adanya, ataukah hanya merupakan…. Kita kan tidak boleh terlalu ‘baper’ dalam persoalan ini,” kunci Danial.

(*)

Baca Juga