Dinas Perikanan Gelar Lomba Cipta Menu Berbahan Baku Ikan

  • 27 Jun 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 288
Gambar Dinas Perikanan Gelar Lomba Cipta Menu Berbahan Baku Ikan

Mapos, Majene — Sebagai daerah maritim yang memiliki potensi sumber daya laut yang bisa diandalkan, Kabupaten Majene harus bisa berinovasi.

Apalagi, seiring dengan visi misi Pemkab Majene yang mengusung tag line revolusi biru, tentu sumber daya laut dapat menjadi produk unggulan.

Untuk itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Majene bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK setempat serta Lembaga Pemerhati dan Pengembangan Sumber Daya (LPPSD) menggagas Lomba Cipta Menu Berbahan Baku Produk Perikanan Bagi Kelompok UP2K tahun 2019.

Sebelum lomba, Bupati Majene Fahmi Massiara melaunching Kampung Ikan yang merupakan rangkaian kegiatan lomba.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Majene, Ichwanti mengatakan, kegiatan lomba diikuti oleh pelaku usaha disektor kelautan, masyarakat dan TP PKK se Kabupaten Majene.

Kegiatan ini katanya dibuat berbarengan dengan melaunching Kampung Ikan yang merupakan gagasan dan ide pada Proper Latpim II yang tengah dia ikuti di Makassar.

Pada tempat sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Majene – Ny Fatmawati Fahmi, Kamis (27/6/2019) mengatakan, kegiatan lomba sengaja dibuat untuk memotivasi masyarakat dan menjadikan ikan sebagai menu harian.

“Kegiatan ini diikuti oleh TP PKK semua kecamatan dan Kabupaten. Tujuannya, untuk mengenalkan manfaat ikan dalam keluarga,” katanya.

Dia mengaku masyarakat Majene masih banyak yang enggan mengonsumsi ikan. Padahal, kata dia ikan mengandung omega 3 yang baik untuk kesehatan jantung.

Selain omega 3, daging ikan juga mengandung protein yang baik untuk tubuh manusia.

Fatmawati Fahmi berharap agar peserta lomba dapat membuat inovasi menu masakan berbahan dasar ikan.

“Terserah jenis ikannya. Bisa ikan bolu, ikan merah, ikan kakap dan sebagainya,” ujar Fatmawati.

Lebih jauh kata dia, dampak buruk dari enggan mengonsumsi ikan dan sayuran bagi masyarakat adalah terjadinya stunting atau lazim disebut kurang gizi.

“Dengan alasan itu lah sehingga kita menggagas lomba ini,” kunci Fatmawati Fahmi.

(ipunk)