Dikira Mau Culik Anak-anak, Nenek Usia 63 Tahun Ditangkap Warga dan Polisi

  • 30 Jan 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 5444
Gambar Dikira Mau Culik Anak-anak, Nenek Usia 63 Tahun Ditangkap Warga dan Polisi

Mapos, Majene — Lantaran termakan hoax soal pencuri anak-anak berkeliaran, masyarakat nyaris menghakimi seorang nenek tua berusia 63 tahun yang memang ketangkap tangan mencuri hp.

Peristiwa pencurian hp yang sempat viral di media sosial itu terkesan digiring sebagai peristiwa pencurian anak-anak yang banyak dipercaya oleh masyarakat.

Pada hal, hebohnya pencurian anak-anak di Majene bermula ketika Nurhaeda (63) bertamu ke rumah salah satu keluarga di Lingkungan Parappe, Kelurahan Sirindu, Kecamatan Pamboang, Kamis (30/01/2020) siang.

Usai bertamu, pelaku kemudian turun ke halaman rumah dan mendekati seorang anak-anak yang tengah bermain di pekarangan rumah.

Secara tiba-tiba, si anak menangis dan didengar oleh pemilik rumah yang tak lain masih kerabat dengan si anak.

Mendengar si anak menangis, pemilik rumah kemudian mendekat dan seketika itu Nurhaeda melepaskan tangannya dan buru-buru balik ke atas rumah dan meminta kepada pemilk rumah untuk dicarikan alat pembuka sim card di handphone yang dia pegang.

Alasannya, handphone yang ada ditangannya adalah hasil gadai dari seseorang.

Pada waktu bersamaan, nenek dari si anak yang menangis tadi kemudian mendatangi kepala lingkungan dan melaporkan kalau ada seseorang yang coba untuk mencuri anak.

Mendapat laporan, kepala lingkungaan setempat bersama masyarakat lain segera mendatangi tempat kejadian peristiwa.

Namun, Nurhaeda sudah pergi meninggalkan tempat dengan menumpang kendaraan umum.

Warga tidak membuang waktu dan segera mengejar kendaraan yang ditumpangi Nurhaeda.

Bersama PolisI, warga berhasil menangkap pelaku.

Dari tangan pelaku, ditemukan sebuah handphone yang bukan miliknya melainkan milik salah seorang warga Parappe.

Di KTP pelaku tertera nama Nurhaeda kelahiran Majene tahun 1957 dan beralamat di Kabupaten Pasangkayu.

Kini, pelaku masih dalam pemerikasaan intensif di Polsek Pamboang.

Menurut, Kanit Res Polsek Pamboang, Bripka Victor, dugaan sementara, pelaku diduga mencuri handphone.

“Kita masih memeriksa saksi-saksi dan belum mendalami motif pelaku. Yang jelas indikasi penculikan anak-anak belum bisa kita ungkap,” kata Victor.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Pandu Arief Setiawan mengimbau agar masyarakat tidak buru-buru menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya.

“Saring dulu sebelum dishare karena bisa menimbulkan keresahan di masyarakat. Kalau itu terjadi, bisa berujung pidana. Kalau ada info seperti itu, segera menghubungi pihak terkait seperti polisi,” tegasnya.

Senada dengan himbauan Polres Majene melalui humasnya siang tadi, Ia menyebut, terkait banyaknya tersebar berita tentang penculikan anak, kami dari Polres Majene menghimbau kepada masyarakat agar tidak langsung percaya dengan kabar / berita penculikan anak sebelum jelas sumber informasinya.

“Kami juga meminta kepada masyarakat agar cerdas dalam menggunakan sosial media dengan tidak memposting berita yang belum jelas kebenarannya (HOAX) sebab dapat dikenakan UU ITE,” tulis Humas Polres Majene di laman FB.

(ipunk)