Diduga Menyalahgunakan Narkoba, Dua Orang Ditangkap Polisi

Gambar Diduga Menyalahgunakan Narkoba, Dua Orang Ditangkap Polisi

Mapos, Majene — AS alias Aci Bin Jafar (36) dan SAF alias Fahruddin Bin Tammubali (48) tidak berkutik ketika digeruduk polisi dari Satuan Narkoba Polres Majene di dua waktu dan dua tempat berbeda.

Dalam jumpa pers yang dilakukan Kasat Narkoba Polres Majene AKP Ikhsan, Jum’at (11/1/2019) pukul 09.00 Wita menyebut, Aci ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / A / 01/ I/ 2019 / Sul-bar / Res-Mjn / SPKT, tanggal 08 Januari 2019.

Sedangkan SAF ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / A / 27/ XII/2018 / SuI-bar/ Res-Mjn / SPKT, tanggal 31 Desember 2018.

AKP Ikhsan mengatakan, Aci warga Lingkungan Barane Dhua Kelurahan Baurung Kecamatan Banggae Timur yang bekerja sebagai supir ini disangka melanggar Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Mantan Kapolsek Banggae ini menceriterakan ikhwal Aci ditangkap. Bermula pada Selasa tanggal 8 Januari 2019 sekitar pukul 15.30 Wita, Satuan Reserse Narkoba Polres Majene menerima informasi dari masyarakat bahwa ada seorang laki-laki yang berada di dekat Pantai Barane dimana laki-laki tersebut dicurigai sering melakukan transaksi jual beli Narkoba.

Mendapat laporan, Satuan Reserse Narkoba Polres Majene segera mendatangi lokasi yang dimaksud dan menemukan seorang yang bernama Aci.

Tahu dan jelas bahwa yang ditemui adalah Aci, polisi segera melakukan pemeriksaan dan penggeledahan.

Hasilnya, polisi menemukan satu bungkus rokok merek Sampoerna Avolution yang didalamnya didapat dua saset bungkusan plastik bening berisi kristal bening yang diduga narkoba jenis shabu.

Tidak puas dengan hasil geledahannya, polisi kemudian ke rumah Aci untuk melakukan pemeriksaan dan penggeledahan namun tidak ditemukan barang bukti lain.

Selanjutnya, Aci dibawa ke Kantor Polres Majene di Ruangan Satuan Reserse Narkoba untuk pemeriksaan tebih lanjut.

Dari tangan tersangka, polisi turut mengamankan dua saset bungkus plastik bening yang berisi kristal bening, satu bungkus rokok Sampoerna Avolution , satu buah korek gas, satu unit sepeda motor merk Yamaha Mio warna hitam No.pol : DC 3692 Xl dan satu buah handphone merk Samsung.

Sementara untuk tersangka Saf, AKP Ikhsan menjelaskan, warga Dusun Sila-Sila Desa Rappang Barat, Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar ini disangka melanggar Pasal 112 ayat (1) Subs Pasal 127 ayat (1) huruf (a) undang-undang nomor 35 tahun 2009.

Ia menceriterakan kronologis kejadian saat SAF ditangkap pada hari Senin tanggal 31 Desember 2018 sekitar pukul 16.00 Wita.

Ketika itu, Satuan Reserse Narkoba Polres Majene menerima informasi dari masyarakat, bahwa lelaki yang mengendarai sepeda motor Ninja warna ungu sedang membawa narkoba jenis shabu, sehingga petugas langsung melakukan penyelidlkan terhadap lelaki tersebut.

Selang beberapa menit diintai, lelaki SAF berhenti disebuah kos kosan yang terletak di Lingkungan Kampung Baru Kelurahan Labuang Utara Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene.

Tidak membuang waktu, polisi segera mendekati SAF dan langsung melakukan penggeledahan.

‘Hasilnya, kami temukan satu saset bungkusan plastik bening yang berisi kristal bening di dalam sepatu SAF, setelah itu petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan ke dalam kamar yang memang disewa oleh SAF. Lagi-lagi kami temukan satu alat isap atau bong, satu korek gas dan 12 buah pireks. Selanjutnya, tersangka kita gelandang ke Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutur AKP Ikhsan.

Selain tersangka, polisi juga turut mengamankan satu saset bungkusan plastik bening yang berisi kristal bening yang diduga shabu, satu buah bong, satu buah korek gas, dua belas buah pipet warna bening, satu unit sepeda motor Merk Kawasaki type Ninja 150 No. Pol. KT 7410 BC dan satu buah handphone merk Nokia

Keduanya terancam pidana penjara 4 tahun bahkan lebih dengan denda ratusan juta rupiah.

Lebih jauh AKP Mun Ikhsan mengatakan, untuk memaksimalkan pemberantasan Narkoba di wilayah Hukum Polres Majene, ia berharap bantuan dari masyarakat sangat diperlukan agar lebih proaktif untuk memberikan informasi atau melaporkan kepihak kepolisian jika melihat atau mengetahui adanya peredaran mapun transaksi barang haram tersebut.

“Tanpa peran serta masyarakat, kami polisi tidak ada apa-apanya,’ pungkas Ikhsan.

(ipunk)