Diburu Hingga ke Gunung, Kejati Sulbar Berhasil Bekuk DPO Koruptor

Gambar Diburu Hingga ke Gunung, Kejati Sulbar Berhasil Bekuk DPO Koruptor

Mapos, Mamuju – Tim Intelijen Kejati Sulbar kembali menggulung, salah seorang terpidana korupsi perkara menyelenggarakan kegiatan keaksaraan yang diprogramkan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat pada Tahun 2012, yang merugikan keuangan negara sebanyak Rp270 Juta.

Terpidana atas nama Ruspahri, menjadi DPO selama 3 tahun oleh Kejati Polman. Dan terpidana ditangkap di pulau Kerayaan Utara dan Kerayaan Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kota Baru Provinsi Kalimantan Selatan. Selasa (29/09/2020).

Kejatai Sulbar Johny Manurung mengatakan, penangkapan terpidana Korupsi Ketua PKBM Ar Rahmat yang telah menerima dana hibah dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat sebesar Rp424 Juta. 

Dipimpin langsung oleh Asisten Intel Kejati Sulbar, Irfan Samosir, diakui pengejaran sangat menguras tenaga. Pasalnya, tim gabungan bersama Polres setempat, selama 4 hari dan 4 malam memburu hingga ke gunung, namun hasilnya tetap nihil.

”Informasi yang didapat oleh tim bahwa pelaku melarikan diri ke gunung. Dengan modal semangat tim kembali melakukan pengejaran di hari keriga namun hasil tetap nihil. Karena kemungkinan bocor sehingga dengan cepat terpidana melarikan diri,” kata Kajati Sulbar, Johny Manurung.

Lanjut Johny, penangkapan terpidana yang dibantu oleh masyarakat, bahkan tim menegaskan kepada warga untuk tidak menyembunyikan terpidana. Untuk memastikan keberadaan terpidana yang masih menghilang, rumah yang menjadi tempat tinggal terpidana menjadi sasaran penggeledahan tim gabungan namun lagi-lagi hasilnya nihil.         

”Sekira pukul 07.00 wita, tim intel dan tim polres melakukan penggeledahan rumah masyarakat dan mendapatkan hasil nihil yang diduga target melarikan diri ke laut. Sore hari, tim beristirahat dan sekira pukul 20.00 wita, tim intelijen dan tim polres dan dibantu masyarakat kurang lebih 60 orang melakukan penyisiran gunung dan hasilnya masih nihil.” ungkapnya.

Terpidana korupsi yang pelariannya yang sudah 3 tahun, dikabarkan berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran petugas.

”Rupanya terpidana ini kerja perbengkelan di pulau Kerayaan dan dia berpindah-pindah tempat. Namun tim Intelejen tidak bosan mengejar hingga terpidana menyerahkan diri di Polsek setempat, ” ungkapnya.

Sebelumnya terpidana mendapat vonis bersalah oleh Majelis Hakim Tipikor dan harus dihukum penjara selama 4 tahun denda sebesar Rp50 Juta subsider 6bulan dan membayar uang pengganti sebesar Rp270.250.000.

Terpidana melakukan penyalahgunaan dana tersebut dengan cara tidak melaksanakan kegiatan berdasarkan naskah perjanjian hibah daerah dan tidak menyalurkan dana tersebut sehingga telah merugikan keuangan negara sebesar kurang lebih Rp270 Juta, berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Mamuju nomor. 13 / Pid. Sus / 2018 / PN. Mam tanggal 12 Desember 2018.

 “Terpidana ini, selama di persidangan tidak pernah hadir dan di vonis penjara selama 4 tahun, dan terdakwa ini menghilang sejak bulan November 2017, ” pungkasnya.

(*)

Baca Juga