Dian Kartini : Harla Sulbar ke 13, Banyak Hal Mengalami Kemajuan

 

Pengurus Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Mamuju "Dian Kartini"

Pengurus Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Mamuju “Dian Kartini”

Mapos. Mamuju – Pengurus Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Mamuju Dian Kartini mengapreasiasi adanya kemajuan di Provinsi ke 33 ini, apalagi pada hari momentum ini, usia Provinsi Sulbar telah mencapai ke 13 dan banyak kemajuan yang telah rasakan oleh semua masyarakat.

“ALHAMDULILLAH…! Kita sudah sampai pada HARLA Sulbar ke-13, banyak hal yang mengalami kemajuan, tuturnya. Jumat (22/09/2017).

Ia menyampaikan, untuk memajukan Sulbar lebih pesat lagi, sangat dibutuhkan hal-hal sebagai berikut, diantaranya :

PERTAMA :  Perencanaan pembangunan yang akurat sesuai dengan kebutuhan dengan menggunakan skala prioritas.

Tahapan dalam perencanaan harus diperhatikan dan diikuti terutama dalam tahap persiapan, menjaring aspirasi dengan cara FGD dan atau MUSREMBANG sehingga masyarakat merasa terlibat dan dilibatkan, disamping itu melakukan riset tentang kebijakan publik agar memperoleh data yang mana sesuai dan yang tidak sesuai dengan masyarakat.

KEDUA: Dukungan dari ASN yang berjiwa enterpreniur yaitu ASN yang kaya ide dan inovasi.

Sadar atau tidak disadari masih terdapat  ASN Pemprov Sulbar yang berjiwa ambtenaar yaitu yg menganggap pekerjaan pegawai hanya rutinitas sehari-hari, bahkan lebih parah lagi masih ada yg datang kekantor tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Sejatinya ASN Pemprov Sulbar menjadi mesin birokrasi yang dituntut untuk bekerja dan memberikan kontribusi kinerja yang jelas dan terukur terhadap Provinsi ini.

Tidak mudah memang untuk mengubah budaya kerja ASN, meminjam istilah Jokowi dibutuhkan “Revolusi Mental” disamping itu kompetensi ASN perlu ditingkatkan.

Untuk kepentingan itu, maka Pimpinan OPD, mulai eselon 4 sampai 2, betul-betul di pilih orang yang benar-benar memiliki kapasitas terhadap bidang kerjanya, sebab mereka-mereka inilah yang menjadi ujung tombak keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan..

KETIGA: Mengusahakan Pendidikan dengan mewujudkan: (1). SEKOLAH RUJUKAN/TERSTANDAR, (2).SEKOLAH MODEL

KEEMPAT: untuk kepentingan pelaksanaan PUG di Sulbar dibutuhkan: (1). Perencanaan dan penganggaran responsif gender PPRG (sepertinya PPRG tdk jalan karena tdk dimengerti oleh Pokja PUG) (2). Pengaktifan secara maksimal pokja PUG, (3). Data Pilah (sampai saat ini pemprov. tidak memiliki data pilah),

KELIMA: Penanggulangan abrasi pantai, banyak yang menempuh jalan pintas dengan pembangunan tanggul beton dipantai (mengganggu proses BIOMA), seharusnya yang digalakkan pemecah ombak disertai budidaya Bakau.

KEENAM: Peningkatan KESRA, Bahwa Negara harus hadir dalam upaya kesejahteraan rakyat dengan mengadakan: (1). Panti rehabilitasi (sosial & Narkoba) sulbar belum ada, (2). Panti asuhan (anak yatim/terlantar dan orang jompo), (3). Gerakan pemberdayaan sosial, (4). Pengentasan kemiskinant, (5). Perbaikan gizi buruk, (6). Pelayanan kesehatan (merekrut dr. spesial/ahli).

KETUJUH : Pembinaan Hukum dengan melakukan : (1). Mewujudkan Perda dan pergub yg berkualitas (meningkatkan kemampuan Legal Drafting), (2). Mengoktimalkan Sosialisasi Perda & Pergub, (3). Meningkatkan Monitoring & Evaluasi Perda Kabupaten dan Perbup. (4). Mengupayakan zero korupsi (kegiatan pencegahan)

KEDELAPAN : Pengembangan perikanan seperti : (1). Peningkatan budidaya ikan air tawar dengan tambak yg memanfaatkan sumber air dari gunung yang mengalir sepanjang tahun, (2). Peningkatan produksi ikan di laut dengan sistim keramba.

KESEMBILAN : Pengembangan Sektor pertanian menerapkan konsep “Tanam-Petik-Olah-Jual” dengan target “swasembada pangan”

KESEPULUH : Pengembangan pakebunan dengan penerapan konsep “Tanam-Petik-Olah-Jual” dengan target zero impor sayur

KESEBELAS : Pengembangan olah raga dengan sistim pembinaan secara berjenjang dan terpadu

KEDUA BELAS : Pengendalian Pembangunan Daerah dengan melakukan monitoring dan evaluasi. (agar tata cara moneva dijalankan sesuai dengan petunjuk)

KETIGA BELAS : Pembinaan dan peningkatan keimanan & ketaqwaan dengan mengintensifkan kegiatan keagamaan (misal: saat azan tidak ada lagi kegiatan dikantor dan menyegerahkan laksanakan sholat).

(MP02)