Dandim Majene Lakukan Bina Komsos Cekal Radikalisme dan Separatisme

  • 1 Agu 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 229
Gambar Dandim Majene Lakukan Bina Komsos Cekal Radikalisme  dan Separatisme

Mapos, Majene — “Melalui Kegiatan Pembinaan Komsos Cegah Tangkal Separatisme Kita Perkokoh Mentalitas dan Pemahaman Idologi Pancasila Guna Mencegah Ancaman Bahaya Radikalisme dalam Rangka Mewujudkan Alat Juang Pertahanan yang Tangguh.”

Tema di atas terpampang saat Komandan Kodim (Dandim) 1401 Majene Letkol inf Ragung Ismail Akbar memberikan pembinaan Komunikasi Sosial (Komsos) Cegah Tangkal (Cekal) Radikalisme dan Separatisme di aula salah satu hotel di Majene, Kamis (1/8/2019).

Dihadapan sedikitnya 85 orang peserta yang hadir termasuk Kasat Intelkam Polres Majene Iptu Muh Tauhid, SE, Ustadz Abd Rahman, Kepala Badan Kesbang Pol Majene Rustan Rauf SE., MM , pengusaha olahan bawang, Kasat Binmas Polres Majene Iptu H Abdul Rasyid, Bhabinkamtibmas Polsek Banggae, Relawan Siaga 86, KNPI Kabupaten Majene, Mahasiswa Stikes BBN, Mahasiswa Stikmar, Mahasiswa Unsulbar, Mahasiswa STIE Yapman Majene dan undangan yang hadir, Letkol Ragung menyebut, sejarah membuktikan bahwa negara kita pernah mengalami pergolakan pemberontakan partai komunis atau PKI yang mana bertujuan untuk mrngganti idiologi Pancasila dengan idiologi paham komunis.

“Komunikasi sosial cegah tangkal radikalisme dan terorisme dilaksanakan untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan seluruh komponen bangsa, dalam rangka terwujudnya saling pengertian dan pemahaman tentang peran, fungsi dan tugas masing-masing, bahkan diharapkan mampu mewujudkan suatu kemampuan komponen bangsa dalam ikut mengantisipasi dan mencegah terhadap muncul atau masuknya paham radikalisme atau separatisme dalam perkembangan kondisi sosial yang pesat, sehingga sedini mungkin dapat menghindari munculnya berbagai permasalahan yang akan terjadi di lapangan,” beber Letkol Ragung.

Mengantisipasi dan mencegah terhadap muncul atau masuknya paham radikalisme atau separatisme dalam perkembangan kondisi sosial yang pesat, kata dia perlu diantispasi sedini mungkin supaya dapat menghindari munculnya berbagai permasalahan yang akan terjadi di lapangan.

“Paham komunis adalah suatu paham yang bertentangan dengan idiologi Pancasila yang dianut oleh bangsa Indonesia yang terdiri dari beribu ribu pulau dan suku – suku,” kata Ragung.

Lebih jauh katanya, radikalisme, baik kanan ataupuan kiri merupakan satu kelompok yang bertentangan dengan Pancasila dengan menggunakan kedok agama.

“Biasanya mereka menggunakan simbol-simbol tertentu seperti komunis menggunakan simbol Palu Arit,” kata Ragung dan berharap agar masyarakat mewaspadai kelompok tersebut.

(ipunk)