Cegah PTM, Pemkab Majene Melounching Posbindu

  • 30 Jan 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 459
Gambar Cegah PTM, Pemkab Majene Melounching Posbindu

Mapos, Majene — Satu lagi langkah maju yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Majene karena membuka pelayanan kesehatan gratis atas Penyakit Tidak Menular (PTM) di Sekretariat Pemkab Majene.

Layanan Kesehatan gratis ini dikemas dengan nama Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) TPM.

Sebelum melounching Posbindu Lingkup Sekretariat Daerah Majene, Kamis (30/01/2020), Kapala Bagian Kesra Hj Hasmiati mengatakan, dalam Tupoksi di bagian Kesra Setda Majene terdapat Sub Bagian Kesejahteraan Masyarakat yang dijabarkan melalui kegiatan Posbindu PTM.

Maksud dan tujuannya kata Hasmiati, untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM, serta untuk mengontrol dan menjaga kesehatan secara optimal, baik dengan upaya preventif seperti penyuluhan dan kuratif melalui sistem rujukan Posbindu PTM.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Majene menyebut, maksud diadakannya kegiatannya ini agar para pegawai yang ada di sektetariat daerah memilki tubuh yang sehat, sehingga dalam menjalankan aktifitasnya di kantor dapat semakin semangat dalam bekerja.

“Apalagi, dengan adanya TPP tentu akan semakin memacu kinerja para ASN sehingga terget untuk mendapatkan TPP tercapai,” kata Fatmawati.

Kata dia, dewasa ini pemerintah telah fokus pada penyakit tidak menular.

“Jadi, dengan adanya Posbindu, maka PTM dapat dicegah dengan jalan kita rajin memeriksakan diri ke Posbindu untuk mengetahui secara dini penyakit yang ada di dalam tubuh kita,” kata Fatmawati.

“Bila kita implementasikan pencegahan PTM setiap minggu, melaksanakan Cerdik dan PHBS di kantor, Insyaa Allah akan terwujud Indonesia maju, Sulbar Malaqbi dan MP3 akan dapat terwujud,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Majene Fahmi Massiara dalam sambutannya mengatakan, dewasa ini menurut data, baik data secara global atau nasional, penyebab kematian utama adalah PTM.

“Misalkan, gagal ginjal kronik, jantung koroner, stroke, ashma dan sebagainya. Ini adalah disebabkan oleh faktor hubungan personal, dan pola hidup dan makan yang masih tidak betul,” sebut Fahmi.

Ia mengaku, bahwa penyakit tidak menular semakin meningkat dan dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian.

“PTM dapat dicegah dengan melakukan deteksi dini. Deteksi dini dapat dilakukan pada posbindu PTM yang sudah tersedia di kantor sekretariat daerah yang kita lounching ini,” kata Fahmi Massiara.

Disebutkan, di sektetariat daerah banyak aktifitas pekerjaan yang dikerjakan oleh semua pegawai.

“Jadi disinilah tempatnya semua pegawai di Setda untuk dapat mengecek kesehatan dasarnya, mulai dari gula darah sampai ke kolesterol. Ini akan memberikan manfaat kepada kita semua sehingga dapat tetap terjaga kesehatannya dalam bekerja,” kata Fahmi.

Dia berharap para pegawai dapat menggunakan sebaik baiknya fasilitas yang tersedia dan gratis alias tidak dipungut bayaran bagi yang ingin memeriksakan kesehatan.

“Terima kasih kepada berbagai pihak yang terintegarsi sehingga Posbindu ini dapat terwujud di kantor ini, semoga kedepannya Kita semua tetap dapat menjalankan pola hidup sehat,” kuncinya.

(ipunk)