Cari Bukti Korupsi, Kejati Geledah Kantor Bappeda Sulbar

Kepala Bappeda Sulbar Junda Maulana memberikan keterangan Pers

Kepala Bappeda Sulbar Junda Maulana memberikan keterangan Pers

Mapos. Mamuju – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulselbar menggeledah Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)  Provinsi sulawesi Barat, Jumat ( 15/09/2017). Jaksa menggeledah beberapa ruang di kantor itu mencari barang bukti kasus dugaan korupsi dana aspirasi Pemprov Sulbar tahun anggaran 2015 – 2016.

Pantuan di lokasi, tim Pidsus Kejati beranggotakan empat orang yakni Idham, Fahrul, Mudazzir, dan Nasrah Totoran. Penggeledahan di mulai pukul 10.00 WITA hingga pukul 11.25 WITA.

IMG_20170915_114458

Tim Kejati melakukan Pemeriksaan Dokumen di kantor Bappeda Sulbar

Tim masuk ke beberapa ruangan membuka laci meja dan lemari mencari dokumen tambahan.

Menurut Kasi Penkum Kejati Sulselbar Salahuddin, materi penggeledahan dan penyitaan pada Bappeda terkait dokumen 2015/2016 surat-surat, dokumen pembahasan KUA, PPAS, SK, musrenbang dan lain lain.

Kepala Bappeda Sulbar Junda Maulana yang dikonfirmasi usai penggeledahan menyatakan penggeledahan dilakukan setelah surat perintah penyidikan kasus dugaan korupsi dana aspirasi anggaran 2016.

“Penggeledahan ini dilakukan setelah ada surat perintah penyidikan dugaan penyimpangan anggaran aspirasi tahun 2016. Penggeledahan merupakan kewenangan penyidik,” ujar Junda Maulana.

1 koper Dokumen di bawa Tim Kejati

1 koper Dokumen di bawa Tim Kejati

Dia menambahkan, penggeledahan yang dilakukan Kejati bagian dari penyidikan. Pasalnya penyidikan dilakukan untuk mencari alat bukti tambahan.

Namun saat ditanya data apa yang disita Kejati dalam penggeledahan, Junda enggan menyampaikan.

Dikatakan,  Tim Kejati datang bukan melakukan peggeledahan tapi hanya meminta tambahan dokumen.

(usman)