Camat Kalukku Dikeluhkan Warga, Diduga Diskriminatif

Gambar Camat Kalukku Dikeluhkan Warga, Diduga Diskriminatif

Mapos, Mamuju – Seorang warga Desa Kabuloang Kecamatan Kalukku, R, mengeluhkam sikap Camat Kalukku, Hardu. Dia menilai Camat terlalu jauh mencampuri urusan politik, sementara statusnya ASN.

R mengaku tidak mendapat tandatangan di kantor Kecamatan Kalukku saat ingin mengurus surat keterangan domisili. Penyebabnya karena faktor pilihan di Pilkada Mamuju.

Diungkapkan, Camat Kalukku dengan lantang menanyakan pilihammya pada Pilkada Mamuju nanti.

“Pak Camat bertanya, siapa yang akan saya pilih nanti di Pilkada Mamuju? Dan saya menjawab sesuai isi hati saya,” kata R, saat di konfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (19/08/2020).

Dia mengungkapkan bahwa dengan jawabannya berlawanan dengan pilihan Camat Kalukku. Lalu sontak Camat Kalukku mengatakan akan menelepon Kepala Desa Kabuloang agar surat domisilinya tidak ditandatangani.

“Setelah saya jawab kalau saya pilih Tina-Ado, pak Camat langsung bilang, akan telepon pak Desa supaya tidak tandatangani surat domisilinya,” ungkap R menirukan kalimat Camat Kalukku.

Dia juga mengaku, hingga saat ini, surat domisilinya belum juga ditandatangani Kepala Desa Kabuloang.

“Pak Camat Kalukku bilang, saya tidak mau tandatangani surat domisili ini karena kamu tidak pilih petahana,” kata Dia.

Hardu yang juga dikonfirmasi melalui telepon membenarkan telah menanyakan soal pilihan R pada Pilkada Mamuju.

“Saya hanya menanyakan siapa yang bakal dia pilih pada Pilkada nantinya? Jawabnya ibu Sutinah. Lalu saya jawab, itu bagus,” katanya.

Dia pun mengaku tidak pernah menolak untuk menandatangani surat apapun yang diurus warganya. Hanya saja, aku Hardu, warganya yang kerapkali tidak memperhatikan mekanisme yang berlaku.

“Saya memang tidak bisa menandatangani surat domisili yang diurus warga, jika tandatangan kepala desanya belum ada,” kumcinya.

(*)

Baca Juga