Buruh Batal Demo May Day, Polisi Alihkan Tenaga Kawal Bansos

  • 30 Apr 2020
  • Nasional
  • Herman Mochtar
  • 492
Gambar Buruh Batal Demo May Day, Polisi Alihkan Tenaga Kawal Bansos

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya siap mengawal kegiatan pemasangan spanduk dan bantuan sosial (bansos) dalam rangka memperingati Hari Buruh 1 Mei atau May Day besok.

Yusri juga memastikan tak akan ada aksi demo sebagai bentuk peringatan hari buruh pada esok hari. Hal itu diketahui dari hasil koordinasi antara pihak kepolisian dengan serikat buruh.

“Dari semua teman-teman serikat buruh tidak ada yang turun ke jalan dalam hari May Day ini,” kata Yusri kepada wartawan, Kamis (30/4).

Yusri menuturkan serikat buruh bakal memperingati May Day dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Yakni aksi pemasangan spanduk di kantor masing-masing dan kegiatan bansos.

Disampaikan Yusri, pihaknya tetap mengingatkan agar aksi tersebut tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan virus corona. Salah satunya yakni terkait physical distancing.

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini menuturkan kepolisian juga siap mengawal kegiatan bansos yang direncanakan oleh serikat buruh tersebut.

“Kita siap mengawal, kapan saja kita siap mengawal untuk kegiatan tersebut, tapi mereka menyatakan bahwa mereka lagi menyusun rencana,” ujar Yusri.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tak akan turun ke jalan saat memperingati Hari Buruh 1 Mei atau May Day besok.

Menurut Presiden KSPI Said Iqbal, sebagai gantinya para buruh akan melakukan kegiatan seperti bakti sosial dan penggalangan dana untuk membantu buruh terdampak corona.

“Buruh tidak akan melakukan aksi turun ke jalan pada May Day besok, tetapi kami akan melakukan kegiatan-kegiatan dalam bentuk lain yang menyuarakan isu perjuangan kaum buruh,” kata Said Iqbal, Kamis (30/4) seperti dilansir dari Antara.

Tak hanya KSPI, kata Said, serikat buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) juga akan melakukan kegiatan yang sama.

“Selain dalam bentuk kegiatan sosial, kita juga akan melakukan kampanye sosial media yang menyuarakan isu Hari Buruh,” kata Said.

Disampaikan Said, salah satu tema yang diangkat di media sosial yakni penolakan pada RUU Omnibus Law Cipta Kerja.