Buruh Bangunan Nekat Todong dan Lecehkan Anak Kos Putri Akhirnya Ditangkap

Mapos, Majene — Satu lagi kinerja Polri yang patut diacungi jempol. Betapa tidak, usai mendapat laporan atas adanya lelaki yang memasuki sejumlah rumah kos putri dan menodong sambil melecehkan, Polres Majene segera bertindak.

Alhasil, seorang buruh bangunan berhasil diciduk tanpa perlawanan.

Dihadapan sejumlah wartawan saat jumpa pers di Aula Wira Pratama 97 Polres Majene, Rabu (30/11/2022), Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian didampingi Kasat Reskrim Polres Majene, Iptu Budi Adi, SH.MH mengatakan, aksi teror disertai pelecehan seksual yang dilakukan oleh tersangka cukup meresahkan.

Terduga pelaku yang belakangan diketahui berinisial T berusia 19 tahun dan sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan berhasil dibekuk di Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae Timur, Minggu 27 Nopember 2022 sekitar pukul 21.30 Wita.

Kapolres Majene mengungkapkan berdasarkan LP/115/XI/2022/Polda Sulbar/Res Majene/ SPKT tanggal 27 Nopember 2022, terduga pelaku T sebelum melancarkan aksinya sudah melakukan pengintaian terhadap korbannya di Kos Hijau Toska, dimana terduga pelaku T bernafsu melihat lakukan tubuh korbannya yang saat itu hanya mengenakan kain sarung ketika menjemur pakaian.

Selanjutnya, kata Kapolres, tersangka kemudian menunggu malam tiba, sekitar pukul 24.00 Wita.

“Awalnya, terduga pelaku T memancing hasratnya dengan menonton film pornografi lewat handphone milik temannya di penginapan Nusabila. Saat hasratnya memuncak, terduga pelaku mulai melancarkan aksinya sekitar pukul 03.00 Wita dengan mendatangi kost korbannya yang telah diintai sebelumnya,” ungkap Febryanto.

Melihat pintu kamar korban tidak terkunci, lanjut Febryanto, tersangka dengan gampang melancarkan aksi bejatnya.

“Terduga pelaku langsung berbaring disamping korban yang sudah tertidur pulas dan segera beraksi. Menyadari keberadaan pelaku, korban F (19) sengajak menggerakkan kakinya untuk meraih handphonenya,” ucap Kapolres.

Sementara kala itu, tersangka yang merasa aman karena keberadaannya tidak diketahui oleh korban, pelaku kembali berbaring disamping korban namun beberapa menit setelah adzan subuh terduga pelaku akhirnya memutuskan untuk pulang.

“Saat terduga pelaku berada di depan pintu, oleh korban langsung berteriak sehingga pelaku langsung berlari,” kata Kapolres.

Belakangan terungkap, bahwa berdasarkan laporan polisi, LP/83/IX/2022/Polda Sulbar/Res Majene/SPKT, tanggal 12 September 2022, ternyata pelakunya ialah orang yang sama.

Kapolres menjelaskan kronologis pada laporan polisi sebelumnya.

Dikatakan, pada 12 September 2022 sekitar pukul 04.00 Wita terduga pelaku masuk ke kamar kost korban IR (17) di Kost Putih perumahan Linomaloga Kelurahan, Tande Timur, Kecamatan Banggae Timur melalui jendela kamar.

Melihat korbannya tertidur pulas, ia langsung memeluknya namun sadar bahwa korbannya sudah bangun terduga pelaku langsung naik keatas tubuh korban dengan mencekik leher korban.

Kalau teriakko, kubunuhko ko,” ancam pelaku seperti ditirukan Febryanto Siagian.

Selanjutnya, terduga pelaku mulai melecehkan korban. Namun korban yang mulai berontak kemudian berteriak minta tolong sehingga pelaku panik dan bergegas keluar serta melarikan diri.

Dihadapan penyidik, Terduga T mengakui bahwa aksinya sudah berulangkali dilakukan di beberapa indekos khusus putri yaitu di kost Lutang, Kost Putih Lino Maloga, Kost Hijau Tosca Lembang, Kost Putri milik almarhum Muliadi samping SD 60 Lembang dan Kost Tundaq.

“Seluruh aksinya dia lakukan secara terencana. Dimana terduga pelaku mengintai terlebih dahulu para korbannya dan menerobos ke kamar dengan berbagai cara saat penghuni kos-kosan sudah tidur pulas,” ungkap Kapolres Majene.

Pasal yang menjerat terduga pelaku adalah Pasal 6 Huruf B Undang-undang Ri Nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun atau pasal 289 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun.

“Sedangkan pasal yang juga memberatkan adalah Pasal 82 Ayat 1 Jo 76E Undang-undang RI Nomor 17tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda sebanyak 5 miliar,” jelas Kapolres

Sementara barang bukti yang diamankan 2 celana panjang jeans, satu kaos lengan panjang, satu daster lengan panjang, satu jaket, satu unit sepeda motor, selembar celana dalam, satu rok panjang, sebuah sarung, parang dan ikat pinggang.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...