Bupati Majene Resmikan Ruang UGD Puskesmas Pamboang

  • 10 Sep 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 152
Gambar Bupati Majene Resmikan Ruang UGD Puskesmas Pamboang

Mapos, Majene — Untuk memenuhi standar pelayanan di Puskesmas, tentu perlu ditunjang dengan berbagai kelengkapan, salah satunya Ruang Unit Gawat Darurat.

Bupati Majene Fahmi Massiara, Selasa (10/9/2019) meresmikan UGD Puskesmas, Ramah Anak, Taman Baca dan Pendaftaran Online, serta mengukuhkan Saka Bakti Husada UPTD Puskesmas Pamboang.

Hadir dalam acara itu Camat Pamboang – Irhamniah Muis Mandra, Danramil Pamboang,
Kapolsek Pamboang, Sekretaris Dinkes, Sekretaris PP dan PA, mewakili Kadis. Perhubungan, Pokja IV TP PKK Majene dan para Kades Se Kecamatan Pamboang.

Bupati Majene Fahmi Massiara dalam sambutannya mengatakan, pembangunan sarana di PKM memiliki sejumlah indikator yang harus terpenuhi, salah satu diantarnya adalah indikator dibidang manajemen.

“Semua harus terintegrasi dengan baik, karena menjadi tolok ukur dalampembangunan sarana dan prasarana dibidang kesehatan. Jadi ada standar pelayanan yang harus menjadi pedoman dasarnya,” tegas Fahmi Massiara.

Dikatakan, saat ini pemerintah setempar sangat butuh dokter umum dan juga dokter spesialis, namun peminatnya sangat sedikit.

“Seperti pada saat penerimaan CPNS kemarin di Majene, kita buka lowongan 11 Dokter Spesialis, namun tidak ada yang mendaftar. Lowongan untuk dokter umum dan dokter gigi kami juga membuka, namun yang mendaftar hanya empar orang saja.lnilah yang sampai sekarang l menjadi salah satu kendala dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Majene, sementara kita juga dituntut untuk menyeimbangkan antara pelayanan kesehatan dan sarananya,” ungkap Fahmi Massiara.

Ia bersyukur karena saat ini pembangunan UGD, Puskesmas Ramah Anak, Taman Baca dan Pendaftaran Online di PKM Pamboang sudah selesai.

“Mudah-mudahan kedepannya akan dapat segera dibangun RS Pratama yang akan ditempatkan di Kecamatan yang jauh dari ibu kota kabupaten,” harap Fahmi Massiara.

Tak lupa Ia menyampaikan pesan kepada semua tenaga kesehatan yan ada, supaya bekerja dengan baik.

“Karena biasanya, kalau ditempatkan di daerah terpencil selalu saja ingin pindah masuk kedalam kota kembali. Padahal, waktu datang pertama kali bermohon, mereka menyatakan bersedia ditempatkan dimana saja. Seiring berjalannya waktu, mereka datang lagi minta pindah masuk kota, dengan berbagai alasan,” tukas Fahmi Massiara.

Terkait dengan dikukuhkannya Saka Bhakti Husada UPTD PKM Pamboang, dia berharap supaya tetap selalu bersinergi dengan berbagai Tupoksi yang ada di PKM Pamboang.

“Terutama dalam hal pelayanan kesehatan masyarakat. Karena PKM merupakan ujung tombak dari keberhasilan pembangunan dibidang kesehatan masyarakat. Masyarakat yang sehat tentu berdampak pada keberhasilan program-program emerintah kecamatan dan juga kabupaten,” pungkas Fahmi.

Diketahui pembangunan UGD Puskesmas Pamboang menggunakan DAU 2019 pada Dinas Kesehatan Majene, dengan anggaran Rp90 juta.

(ipunk)