Bupati Majene Resmikan Pembangunan Jaringan Instalasi Listrik Desa

  • 18 Des 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 365
Gambar Bupati Majene Resmikan Pembangunan Jaringan Instalasi Listrik Desa

Mapos, Majene — Bupati Majene Fahmi Massiara secara simbolis meresmikan proyek Pembangunan Jaringan Instalasi Listrik Desa tahun 2019 di Desa Paminggalan, Kecamatan Sendana, Rabu (18/12/2019).

Direlease oleh Kasubag Protokoler Sekretariat Pemkab Majene Sufyan Ilbas siang tadi, Ia menyebut, laporan Manajer Unit Layanan Pelanggan PLN Majene – Bahtiar,
Listrik Desa yang dibangun PLN ada di delapan desa di Kabupaten Majene.

“Yang teraliri tegangan sekarang adalah membentang 60 km kabel, melayani 800 pelanggan, dengan anggaran sebesar Rp20 miliar. Karena kami tidak berbicara bisnis, cuma PLN memberikan rasa merdeka kepada warga yang selama ini belum memiliki aliran listrik,” kata Bahtiar.

Dalam kesempatan sama, Kepala Desa Paminggalan – Syarifuddin mengatakan, lanjut Sufyan Ilbas, inilah saatnya mereka bersyukur karena saat ini warga desa sudah dapat menikmati listrik.

“Kami baru merasakan kemerdekaan yang sebenarnya. Kami ucapkan terima kasih kepada Bupati Majene yang telah membuka akses jalan ke desa kami, karena dengan adanya akses jalan sehingga aliran listrik dapat dinikmati oleh masyarakat kami,” ucap Syarifuddin seperti ditirukan Sufyan Ilbas.

Senada dengan Camat Sendana – Albar Mustar. Ia mengatakan, satu lagi kebutuhan primer masyarakat Desa Paminggalan terpenuhi, yaitu dengan adanya listrik.

“Seperti kita ketahui bersama, bahwa Desa Paminggalan adalah pengahasil cengkeh dan kopi, sehingga dengan adanya aliran listrik masyarakat setempat dapat meningkatkan taraf hidupnya,” kata Albar Mustar.

Sedangkan Manajer PLN UP3 Mamuju – Setiawan lebih banyak berbicara soal program PLN.

“Program kerja PLN untuk mengaliri listrik di desa yaitu menyasar desa 3T. Artinya, desa terpencil, terluar dan terdalam. Di tahun 2019 ini, kami diberikan tugas dari PLN Pusat untuk melakukan atau mengaliri listrik dengan konsep desa 3T tersebut,” urai Setiawan.

Dia berharap agar masyarakat turut mendukung untuk memangkas pohon yang merintangi jalur tegangan karena dapat menimbulkan bahaya.

“Dengan adanya listrik ke desa, maka akan meningkatkan roda perekonomian masyarakat. Mari kita gunakan listrik dengan baik dan bijaksana dan hindari penggunaan listrik secara ilegal,” ajaknya.

Sementara, Bupati Majene Fahmi Massiara berucap syukur karena ada beberapa desa yang terisolir di Majene sudah dapat menikmati aliran listrik.

“Itu, karena pemerintah bersama TNI telah membaangun infrastruktur jalan. Dewasa ini sudah banyak listrik yang tidak menggunakan bahan bakar dan ada juga istilah pembangkit listrik atau energi terbarukan, misalnya menggunakan tenaga bayu, tenaga matahari dan sebagainya. Dengan menyalanya listrik di desa ini akan menimbulkan efek yang sangat luar biasa, baik itu dari segi perekonomian juga dari segi keagamaan,” kata Fahmi Massiara.

Dengan adanya listrik lanjutnya, maka program KB juga akan tercapai.

“Karena bila malam hari, warga sudah punya aktifitas lain seperti nonton TV, dengar radio dan sebagainya, hingga tidak langsung tidur di kamar,” kelakar Fahmi Massiara.

Ia berharap, pertemuan yang ada saat ini merupakan suatu langkah maju dalam meningkatkan taraf hidup di beberapa desa yang telah dialiri listrik.

“Karena ini sangat besar sekali dampaknya, termasuk perilaku dari masyarakat itu sendiri. Saya juga berharap kepada Pemdes untuk dapat menginisiasi pengadaan Parabola dan TV untuk dijadikan fasilitas umum, sehingga semua warga dapat menikmati,” pungkas Fahmi Massiara.

Acara dilanjutkan dengan penekanan tombol sirene dan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya Listrik Desa oleh Bupati Majene.

Disebutkan, rincian realisasi pembangunan jaringan distribusi Listrik Desa Kabupaten Majene 2019, 1. Kecamatan Sendana – Desa Paminggalan : A1 PLN Rp. 1.174.240.100,- Desa Limboro : A1 PLN Rp. 412.425.200,-, 2. Kecamatan Ulumanda – Desa Panggalo Tandiallo : A1 PLN Rp. 1.559.009.100,-, Desa Popenga : A1 PLN : Rp. 2.091.301.300,-, 3. Kecamatan Malunda – Desa Mekkatta : A1 PLN : Rp. 141.676.700,-, 4. Kecamatan Pamboang – Desa Banua Adolang Dusun Ponda : A1 PLN : Rp. 344.653.100,- dan Dusun Ratte : A1 PLN : Rp. 187.430.100,-

(Ipunk)