Bupati Majene Resmikan Obyek Wisata di Pamboang

  • 2 Mar 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 231
Gambar Bupati Majene Resmikan Obyek Wisata di Pamboang

Mapos, Majene – Bupati Majene Fahmi Massiara meresmikan Jalan Titian Obyek Wisata Mangrove Rewataa di Kecamatan Pamboang, Sabtu, (2/3/2019).

Menurut Kasubag Protokoler Sekretariat Pemkab Majene Sufyan Ilbas, obyek wisata ini ada melalui padat karya dalam Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew) tahun 2018 dengan anggaran sebesar Rp600 juta.

Turut hadir dalam acara itu,
Wakil Bupati Majene – Lukman, Ketua, Wakil Ketua DPRD beserta anggota DPRD Majene, Kepaka Bapeda Majene – Andi Adlina Basharoe, Kadis PUPR – Inindria, Kadis. PMD, Kadis. Pariwisata, Kadis. Kelautan, Kadis DLHK, para Camat se Kabupaten Majene, para Kades dan Lurah se Kecamatan Pamboang, tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.

Dalam laporannya, Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) – Abd Kadir, besar anggaran untuk pembangunan obyek wisata Jalan Titian Mangrove sepanjang 152 meter ini dialokasikan sebesar Rp600 juta dalam bentuk padat karya.

Pada tempat sama, Kepala Balai Permukiman Sulbar yang diwakili oleh PPK Satker PKP – Ir. Fauzan berucap terima kasih sebesar-besarnya kepada bupati Majene karena telah memberikan dukungan serta pendampingan kepada pihaknya dalam memuluskan program tersebut.

Dikatakan, 80 persen anggaran itu semua turun terserap ke Kabupaten Majene.

Sementara Bupat Majene Fahmi Massiara dalam sambutannya mengatakan, Pisew sejalan dengan program Pemkab Majene dan menjadi pilihan fokus pembangunan tracking mangrove di Pamboang.

“Bila ingin medapatkan hiburan yang langsung ke Masyarakat, maka yang menjadi fokusnya adalah di sektor pariwisata, seperti yang akan diresmikan saat ini,” sebut Fahmi.

Menurut dia, dengan terbangunnya obyek wisata di Pamboang berarti seiring dengan visi dan misi Bupati – Wakil Bupati Majene yaitu revolusi pariwisata.

“Dimana kita dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan adanya pembukaan obyek wisata Titian Mangrove,” kata Fahmi.

Lebih jauh ia menekankan bahwa kendati Pisew sudah selesai dibangun, namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah Majene. Termasuk diantaranya, masih butuh area parkir untuk kendaraan para pengunjung.

Ia mengusulkan, jika memungkinkan, dana sebesar Rp1 miliar perkecamatan turut dialokasikan sebesar Rp500 juta untuk pengembangan sarana obyek wisata itu.

“Atau dapat juga diusulkan melalui DAK lewat pintu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” pinta Fahmi.

Dia berharap Kabupaten Majene kedepan dapat menjadi destinasi wisata utama di Sulbar.

“Karena kita punya wisata bahari yang sangat indah dan membentang sepanjang jalan.
Saya berharap kedepannya, akan ada satu titik disetiap kecamatan menjadi destinasi wisata handal. Entah itu wisata bahari, wisata alam, wisata budaya dan sebagainya,” urai Fahmi seraya mengajak semua pihak memelihara tanaman mangrove dan tidak membuang sampah disembarang tempat, apalagi sampai membuang sampah kelaut.

(ipunk)