Majene  

Bupati Majene Promosi Minyak Kepala Mandar ke Kalimantan

Mapos, Majene — Sebagai salah satu produk unggulan bagi masyarakat di Kabupaten Majene adalah minyak goreng yang oleh masyarakat setempat menyebutnya Minyak Mandar.

Selain baunya wangi, juga cita rasanya berbeda dari minyak goreng dari bahan baku kelapa sawit.

“Minyak Mandar ini sudah dari dulu dikenal dimana-mana. Dan kita bersyukur sudah ada yang mau mengolahnya dan dikemas dalam bentuk kemasan,” ujar Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele saat menerima kunjungan pengusaha Minyak Mandar di Ruang Rapat Bupati Majene beberapa waktu lalu.

Dikatakan, pihaknya akan memperkenalkan dan sekaligus mempromosi hasil olahan industri rumahan masyarakat Mandar itu ke Kalimantan.

“Di sana banyak orang Mandar. Tentu mereka rindu dengan Minyak Mandar sebagai minyak goreng tuk rumah tangga maupun untuk komersial,” kata Andi Syukri.

Sementara, salah seorang pengusaha Minyak Mandar, Ichsan Welly mengatakan, pihaknya sudah mengemas Minyak Mandar dalam berbagai ukuran.

“Kita sudah mengemasnya dalam berbagai ukuran, mulai dari setengah liter hingga satu liter,” sebut Ichsan Welly.

Lebih jauh, mantan pegawai Koperasi Majene ini mengatakan, keunggulan Minyak Mandar karena tidak ada kandungan pengawet, cita rasa tinggi dan beraroma khas.

“Tanpa pengawet, tapi bisa bertahan hingga beberapa bulan. Sangat cocok disandingkan dengan ikan asin,” ungkapnya.

Dia berharap, setelah masyarakat luas lebih mengenal Minyak Mandar, maka sumber pendapatan Kabupaten Majene melalui industri Minyak Mandar dari bahan baku buah kelapa dalam ini akan lebih baik kedepan.

“Mari kita berdoa semoga Minyak Mandar dapat menjadi komoditas bahan pangan di Indonesia, apalagi Kabupaten Majene sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan,” pungkas Ichsan Welly.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...